GORONTALO. Mimoza.tv – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Gorontalo diwarnai kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak usia dini. Sebanyak 200 anak dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Gorontalo mengikuti lomba mewarnai yang digelar Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPLH) Nata Buana Lestari, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo ini disambut antusias oleh para peserta. Dengan beragam warna dan gambar di hadapan mereka, anak-anak tampak bersemangat menuangkan imajinasi serta kreativitas masing-masing.
Ketua LPLH Nata Buana Lestari Kota Gorontalo, Walid Ali, mengatakan jumlah peserta yang mencapai 200 anak menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan yang menggabungkan unsur hiburan dan pendidikan tersebut.
Menurut Walid, lomba mewarnai tidak sekadar menjadi ajang rekreasi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana untuk mendukung tumbuh kembang mereka sejak usia dini.
“Melalui aktivitas mewarnai, anak-anak mendapat kesempatan untuk melatih keterampilan motorik halus, meningkatkan konsentrasi, mengenal perpaduan warna, serta mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan gagasan dan membangun rasa percaya diri,” kata Walid.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menghadirkan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dekat dengan dunia anak. Semangat persatuan dan kebangsaan tidak hanya diperkenalkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga lewat aktivitas positif yang melibatkan generasi penerus sejak dini.
Namun, kegiatan edukatif semacam ini idealnya tidak berhenti sebagai agenda peringatan tahunan. Dukungan berkelanjutan dari lembaga pendidikan, orang tua, komunitas, dan pemerintah daerah diperlukan agar ruang pengembangan kreativitas anak semakin luas dan dapat diakses secara merata.
“Dengan melibatkan 200 anak TK dan PAUD, lomba mewarnai yang digagas LPLH Nata Buana Lestari ini menjadi salah satu upaya mendorong pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak Gorontalo untuk tumbuh, berkreasi, dan berani mengekspresikan diri,” pungkasnya.



