Selasa, Februari 3, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Agustus yang Diakhiri Duka: Membaca Ulang Akar Konflik dan Jalan Damai

by Redaksi
September 2, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Luka kolektif yang mengemuka Agustus ini ditutup bukan dengan pesta kemerdekaan, melainkan duka yang menyesakkan dada. Rangkaian demonstrasi sejak 25 Agustus berujung pada bentrokan antara aparat dan warga, korban jiwa, serta kerusakan fasilitas publik. Amuk massa yang terekam di berbagai kota bukan sekadar ledakan spontan, melainkan pancaran frustrasi sosial yang lama terpendam.

Narasi sederhana yang menuding provokasi elit politik atau intervensi asing jelas tak memadai. Sebab, sekuat apa pun “campur tangan asing”, konflik takkan menyala tanpa adanya bara di akar rumput. Yang menyala hari ini adalah akumulasi kekecewaan, dari janji ekonomi yang tak kunjung terwujud, hingga komunikasi negara yang pincang dan sering gagal membaca denyut rakyat.

Melihat Akar, Bukan Gejala Sejarah konflik mengajarkan: yang terpenting bukan perilaku massa di jalanan, melainkan konteks masalah yang melatari. Johan Galtung, bapak studi perdamaian, menekankan pentingnya “diagnosis akar” dalam setiap krisis.

Baca juga

Kejati Gorontalo Tahap Dua Kasus Kanal Banjir Tanggidaa, Dua Tersangka Segera Disidang

Jika Iran Memblokade Selat Hormuz: Bom Waktu Ekonomi Global dan Risiko Perang Terbuka

Namun pemerintah pusat tampak lebih fokus menertibkan perilaku masyarakat dan memberi sanksi pada elit politik “niretika”, sambil membatalkan kebijakan kontroversial kenaikan tunjangan DPR.

Lebih jauh, aparat bahkan menerjemahkan pidato presiden tentang “makar” dengan instruksi represif: tembak di tempat bila ada massa menyerbu markas kepolisian.

Pendekatan koersif ini mungkin menenangkan sesaat, tetapi justru menjauhkan kita dari penyelesaian substansial. Lewis Coser pernah mengingatkan, konflik bisa menjadi motor perubahan sosial hanya bila ada keseimbangan kekuatan antar pihak. Situasi kita kini lebih dekat pada konflik destruktif, bukan konstruktif.

Dari Manajemen ke Resolusi KonflikTahapan yang mendesak saat ini adalah mengelola konflik agar tak merembet lebih luas. Manajemen konflik berarti mencegah eskalasi dengan menolak jalan represif. Setelah itu, resolusi harus segera ditempuh: mencari titik temu, mengakomodasi suara dari berbagai simpul masyarakat, tidak sebatas elit politik atau tokoh agama.

Gagasan tujuh rekomendasi Seknas Gusdurian dan rekomendasi nirkekerasan dari Magister Perdamaian UGM dapat dijadikan pijakan. Yang dibutuhkan bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi forum substantif yang menyentuh akar masalah dan memulihkan rasa kemanusiaan yang tercabik.

Menutup luka, membangun rekonsiliasi permintaan maaf kepada korban hanyalah langkah awal. Rekonsiliasi nasional menuntut keberanian membuka kesalahan dan kelalaian—baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat. Hanya dengan pengakuan jujur, jalan menuju “arah baru kebangsaan” bisa dirintis.

Kita belajar dari banyak bangsa, bahwa luka kolektif yang disembunyikan akan selalu mengintai dalam bentuk konflik serupa di masa depan. Sebaliknya, keberanian membuka luka, mengobati dengan adil, dan merumuskan kesepakatan baru adalah syarat mutlak bagi Indonesia yang damai.

Abdul Halid Lemba, S.Sos, M.Sc(Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, Alumni Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)

Berita Terkait

Oplus_131072

Kejati Gorontalo Tahap Dua Kasus Kanal Banjir Tanggidaa, Dua Tersangka Segera Disidang

Februari 3, 2026

Jika Iran Memblokade Selat Hormuz: Bom Waktu Ekonomi Global dan Risiko Perang Terbuka

Februari 3, 2026

Dari Rampasan Drone AS hingga Medan Tempur Modern: Inilah Asal-Usul Rudal Drone Shahed Iran

Februari 3, 2026

Inflasi Gorontalo Ditahan Ikan, Cabai Rawit Jadi Penyeimbang Harga

Inflasi Gorontalo Januari 2026 Tetap Positif, Dipicu Konsumsi Ikan dan Normalisasi Tarif Listrik

Truk Kayu Overload Resahkan Warga Tomilito, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version