GORONTALO, mimoza.tv – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025. Kabar baiknya, seluruh provinsi di Pulau Sulawesi kini resmi menyandang status kategori IPM “Tinggi” (skor di atas atau sama dengan 70). Namun, di balik capaian tersebut, Provinsi Gorontalo tampaknya masih harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan dari daerah tetangga.
Berdasarkan dokumen resmi BPS, tren pembangunan manusia di Bumi Serambi Madinah sebenarnya menunjukkan grafik yang positif. Selama periode lima tahun terakhir (2021–2025), skor IPM Gorontalo terus merangkak naik setiap tahunnya hingga menyentuh angka 72,62 pada tahun 2025.
Sayangnya, meski trennya positif dan sudah masuk dalam zona kategori “Tinggi”, akselerasi pembangunan manusia di Gorontalo dinilai masih melambat dibandingkan wilayah lain. Angka 72,62 tersebut nyatanya masih berada di bawah rata-rata nasional (IPM Indonesia berada di angka 75,90).
Secara nasional, Gorontalo harus puas berada di peringkat ke-29 dari 34 provinsi di Indonesia. Sementara untuk skala regional di Pulau Sulawesi, Gorontalo berada di posisi kelima dari enam provinsi, hanya setingkat di atas Sulawesi Barat yang berada di posisi buncit.
Peta Persaingan IPM di Pulau Sulawesi (Data 2025): Sulawesi Utara: 76,32 (Tertinggi)
Sulawesi Selatan: 75,92
Sulawesi Tenggara: 74,25
Sulawesi Tengah: 72,82
Gorontalo: 72,62
Sulawesi Barat: 71,16 (Terendah)
Dari sisi pertumbuhan poin pada tahun 2025, seluruh provinsi di Sulawesi sejatinya mencatatkan performa apik dengan kenaikan di atas 0,5 poin. Pertumbuhan IPM Gorontalo sendiri tercatat sebesar 0,61 poin. Lagi-lagi, angka pertumbuhan ini menempatkan Gorontalo di peringkat kelima di Sulawesi, kalah agresif dibanding Sulawesi Selatan yang memimpin kecepatan pertumbuhan.
Catatan lima tahun terakhir ini memperlihatkan bahwa peta kompetisi kesejahteraan dan pembangunan manusia di Sulawesi cenderung stagnan, di mana posisi tertinggi dan terendah tidak mengalami perubahan.
Bagi Gorontalo, rapor dari BPS ini menjadi alarm penting sekaligus tantangan besar bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan. Strategi baru yang lebih taktis sangat dibutuhkan agar pertumbuhan IPM Gorontalo tidak sekadar naik, tetapi mampu melesat mengejar ketertinggalan dari provinsi-provinsi tetangga.
Penulis: Lukman



