Rabu, Januari 21, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

LBH Pers Catat 96 Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Sepanjang 2025

by Lukman Polimengo
Januari 21, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers meluncurkan Annual Report 2025 yang memotret kondisi kebebasan pers di Indonesia. Laporan bertajuk “Bayang-Bayang Kuasa di Balik Teror Tak Terurai” itu dirilis secara hybrid dan diikuti sedikitnya 60 peserta dari unsur masyarakat sipil, media, pers mahasiswa, serta perwakilan kedutaan besar, baik secara luring maupun daring melalui Zoom.

Dalam laporan tersebut, LBH Pers mencatat 96 peristiwa kekerasan sepanjang 2025 dengan sekitar 146 korban. Korban berasal dari unsur jurnalis, perusahaan media, narasumber, hingga pers mahasiswa. Angka ini menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap kerja-kerja jurnalistik di Indonesia.

Berdasarkan latar belakang pelaku, kekerasan terhadap pers didominasi aktor negara. Polisi diduga terlibat dalam 23 kasus, disusul pejabat publik sebanyak 11 kasus, serta anggota TNI dalam 6 kasus.

Baca juga

Alih-alih Berduka, Warga Pati Rayakan Penetapan Bupati sebagai Tersangka dengan Pesta Kembang Api

Vasco Da Gama, Pahlawan di Buku Sekolah yang Pernah Membantai Ratusan Muslim

Tingginya angka kekerasan tersebut sejalan dengan jumlah pengaduan yang diterima LBH Pers. Sepanjang tahun pelaporan, lembaga ini menerima 188 pengaduan melalui platform lapor.lbhpers.org. Rincian data pengaduan tersebut termuat dalam Annual Report 2025.

Direktur LBH Pers, Mustafa, menyatakan laporan tahunan ini merupakan bagian dari pertanggungjawaban publik sekaligus gambaran kondisi kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

“Tajuk Bayang-Bayang Kuasa di Balik Teror Tak Terurai adalah refleksi dari kerja-kerja advokasi, pendampingan kasus, dan kampanye publik terhadap praktik kekerasan kepada jurnalis dan perusahaan media. Sekaligus merespons berbagai kebijakan publik yang hingga kini belum menemukan titik terang,” ujar Mustafa dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Selasa (20/1).

Sementara itu, penanggung jawab penyusunan laporan, Wildanu Syahril Guntur, menjelaskan bahwa Annual Report 2025 memuat lima pokok utama. Mulai dari data kekerasan terhadap jurnalis, pengaduan masyarakat melalui situs LBH Pers, advokasi kemerdekaan pers dan ketenagakerjaan jurnalis, advokasi kebijakan publik, hingga proyeksi kebebasan pers dan berekspresi—termasuk di ruang digital—pada 2026.

Wildanu menyoroti pola kekerasan yang terus berulang, terutama dalam peliputan aksi-aksi massa.

“Pengabaian terhadap pola kekerasan yang serupa, dugaan sensor untuk mengendalikan arus informasi, serta maraknya teror terhadap jurnalis, media, dan aktivis HAM masih menjadi persoalan serius. Sepanjang 2025 tercatat 96 peristiwa dengan sekitar 146 korban, baik individu, organisasi, maupun media,” ujarnya.

LBH Pers berharap laporan ini dapat menjadi rujukan bagi publik dan pembuat kebijakan untuk memperkuat perlindungan terhadap jurnalis serta menjamin kemerdekaan pers di Indonesia. (rls/luk)

Berita Terkait

Alih-alih Berduka, Warga Pati Rayakan Penetapan Bupati sebagai Tersangka dengan Pesta Kembang Api

Januari 21, 2026
Oplus_131072

Vasco Da Gama, Pahlawan di Buku Sekolah yang Pernah Membantai Ratusan Muslim

Januari 21, 2026

Unjuk Rasa soal Akses Dokumen AMDAL Memanas, DPRD Janjikan Penyerahan Dokumen PT PETS di Tengah Sorotan Tambang Pohuwato

Januari 20, 2026

Warga Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Gorontalo oleh Kejati

Pengacara Musli–Erwin Endus Adanya Tendensi Khusus dalam Kasus Koperasi Tirta Bone

Bagaimana Iran Mengunci Langit Digitalnya? Apa Dampaknya bagi Starlink

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version