GORONTALO, mimoza.tv – Kehadiran layanan kateterisasi jantung anak di RSUD dr Aloei Saboe tak hanya memperpendek jarak layanan kesehatan, tetapi juga memastikan pembiayaan pasien tetap terjangkau.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Try Mayudin, menegaskan bahwa tindakan kateterisasi, baik untuk anak maupun dewasa, ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan selama sesuai indikasi medis.
“Untuk biaya kateterisasi ini kami tanggung sepenuhnya. Artinya, pasien seharusnya tidak dikenakan biaya tambahan selama mengikuti prosedur dan fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS,” ujar Try Mayudin saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, potensi biaya tambahan biasanya hanya muncul jika pasien menginginkan layanan di luar ketentuan, seperti naik kelas perawatan atau permintaan obat di luar standar.
“Kalau ada biaya tambahan, biasanya karena keinginan pasien sendiri, misalnya naik kelas atau meminta obat tertentu di luar ketentuan. Itu yang tidak dijamin,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran layanan kateterisasi di Gorontalo merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata di daerah.
“Kami memastikan akses pasien di daerah ini menjadi lebih cepat dan merata dengan cara bekerja sama dengan rumah sakit yang memiliki kapasitas. Untuk di Gorontalo, saat ini layanan tersebut sudah tersedia, termasuk untuk pasien anak,” katanya.
Sebelumnya, BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo juga telah menjalin kerja sama untuk layanan kateterisasi jantung dewasa sejak 2023.
Meski demikian, Try mengakui bahwa BPJS tidak memiliki data rinci jumlah pasien secara langsung, karena data tersebut berada di masing-masing fasilitas kesehatan.
“Kami memang tidak memeriksa pasien satu per satu. Data pasti itu ada di rumah sakit. Tapi yang jelas, kami menjamin pembiayaan selama sesuai indikasi medis,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirancang untuk memastikan faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Dengan adanya BPJS Kesehatan, faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang. Sistem ini berbasis gotong royong, sehingga masyarakat tidak perlu terbebani biaya besar saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti alur pelayanan yang telah ditetapkan, dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.
“Alurnya tetap sama. Masyarakat harus berobat terlebih dahulu ke puskesmas, klinik, atau dokter keluarga. Jika memang diperlukan, baru dirujuk ke rumah sakit. Jangan langsung ke spesialis tanpa melalui prosedur,” jelasnya.
Try juga mengakui bahwa kendala yang sering muncul di lapangan justru berasal dari persepsi masyarakat yang ingin langsung mendapatkan layanan spesialis.
“Masalah klasiknya, pasien sering kurang percaya dengan dokter di tingkat pertama, sehingga ingin langsung ke spesialis. Padahal dalam sistem JKN, alur itu harus diikuti,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk rutin membayar iuran dan memanfaatkan layanan sesuai prosedur agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan pengobatan.
“Kami harap masyarakat tetap disiplin membayar iuran dan menggunakan layanan sesuai alur. Dengan begitu, manfaat BPJS bisa dirasakan secara maksimal,” pungkasnya.
Dengan kombinasi layanan medis yang mulai tersedia di daerah dan jaminan pembiayaan dari BPJS, akses penanganan penyakit jantung, termasuk pada anak, kini semakin terbuka bagi masyarakat Gorontalo.
Penuis: Lukman.



