GORONTALO, mimoza.tv – Memasuki awal tahun 2026, geliat transportasi di Provinsi Gorontalo menunjukkan perlambatan yang cukup terasa. Arus keberangkatan penumpang melalui jalur udara maupun laut kompak mengalami penurunan, menandakan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya pulih usai periode libur panjang akhir tahun.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, mengungkapkan jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat melalui Bandara Djalaluddin Gorontalo pada Januari 2026 tercatat sebanyak 11.932 orang.
“Jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat pada Januari 2026 turun 9,82 persen dibandingkan Desember 2025,” ujar Wathekhi.
Penurunan tersebut berlanjut pada Februari 2026. Jumlah penumpang kembali merosot menjadi 10.175 orang, atau turun 14,73 persen dibanding bulan sebelumnya.
Secara kumulatif, total penumpang angkutan udara selama Januari hingga Februari 2026 tercatat mengalami kontraksi sebesar 9,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Tak hanya sektor udara, transportasi laut juga mengalami kondisi serupa. Pada Januari 2026, jumlah penumpang kapal laut yang berangkat melalui pelabuhan di Gorontalo tercatat sebanyak 4.322 orang, turun 8,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Penurunan juga terjadi pada sektor angkutan laut, baik di pelabuhan laut maupun penyeberangan feri,” kata Wathekhi.
Pada Februari, jumlah penumpang kapal laut kembali turun menjadi 3.157 orang. Sementara sektor pelabuhan feri mencatat penurunan lebih tajam, dengan angka keberangkatan anjlok hingga 42,65 persen dibanding Januari 2026.
Secara umum, penurunan mobilitas di awal tahun kerap dipengaruhi berakhirnya musim libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya mendongkrak volume perjalanan pada akhir tahun. Namun, tren awal 2026 ini tercatat masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun sebelumnya, terutama pada moda transportasi udara.
BPS menegaskan, data tersebut merupakan akumulasi penumpang datang dan berangkat melalui pintu masuk Gorontalo, tanpa menghitung penumpang transit.
Meski demikian, sektor pelabuhan feri masih mencatat secercah pertumbuhan positif. Secara kumulatif, moda ini tumbuh 4,07 persen dibandingkan Januari-Februari tahun lalu.
Perlambatan ini menjadi sinyal penting bagi aktivitas ekonomi daerah. Masyarakat kini menanti apakah memasuki kuartal kedua, peningkatan aktivitas perdagangan, perjalanan dinas, dan mobilitas umum mampu kembali menghidupkan denyut transportasi di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Lukman.



