GORONTALO, mimoza.tv – Industri perhotelan di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Meskipun jumlah pergerakan wisatawan nusantara mengalami penurunan secara kuantitas, kualitas kunjungan yang diukur dari tingkat keterisian kamar dan durasi menginap tamu justru merangkak naik.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 28,92 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,17 poin jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang berada di angka 28,75 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, menjelaskan bahwa kenaikan ini merupakan sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.
“Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Februari 2026 sebesar 28,92 persen, atau naik 0,17 poin dibandingkan bulan Januari 2026. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perlahan, kepercayaan dan minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas akomodasi di Gorontalo terus terjaga,” ujar Dr. Wathekhi dalam keterangannya.
Tak hanya persentase hunian kamar yang naik, para tamu kini juga cenderung menginap lebih lama. Rata-rata lama menginap tamu (asing dan domestik) di hotel bintang mencapai 1,44 malam, naik 0,13 poin dari bulan sebelumnya. Tren serupa juga terlihat pada hotel non-bintang dan akomodasi lainnya dengan rata-rata menginap 1,16 malam, naik 0,06 poin.
Terkait durasi menginap ini, Dr. Wathekhi menambahkan:
“Rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri pada hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Februari 2026 yaitu 1,44 malam. Kenaikan durasi menginap ini, baik di hotel bintang maupun non-bintang, menjadi indikator penting bahwa pelayanan dan daya tarik akomodasi kita mampu membuat tamu betah tinggal lebih lama.”
Di sisi lain, tantangan muncul dari volume perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Tercatat sebanyak 415.630 perjalanan wisnus menuju Gorontalo pada Februari 2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 12,17 persen dibandingkan bulan Januari yang sempat menyentuh 473.246 perjalanan.
Penurunan jumlah perjalanan wisnus ini diduga merupakan dampak dari siklus musiman pasca-libur awal tahun. Namun, dengan TPK dan durasi menginap yang tetap tumbuh, sektor perhotelan di Gorontalo optimis dapat menjaga stabilitas ekonomi pariwisata di bulan-bulan mendatang melalui berbagai agenda daerah dan peningkatan layanan.
Ringkasan Data Utama (Februari 2026):
TPK Hotel Bintang: 28,92% (Naik 0,17 poin)
Lama Menginap (Bintang): 1,44 Malam (Naik 0,13 poin)
Lama Menginap (Non-Bintang): 1,16 Malam (Naik 0,06 poin)
Perjalanan Wisnus: 415.630 (Turun 12,17% secara m-to-m)



