Rabu, Juni 3, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Rupiah Lemas Lagi, Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

by Lukman
Juni 3, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), mata uang Garuda melemah hingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan melonjaknya harga minyak dunia.

Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 11.00 WIB rupiah di pasar spot berada di level Rp17.928 per dolar AS atau melemah 0,50 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan ini melanjutkan tren sehari sebelumnya. Berdasarkan laporan Kontan.co.id, pada Selasa (2/6/2026) rupiah juga ditutup melemah 0,19 persen di posisi Rp17.839 per dolar AS.

Baca juga

Harga Emas Tergelincir, Dolar AS dan Konflik Timur Tengah Jadi Biang Kerok

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800 per Dolar AS, Menkeu Sampai Bilang “Stres”: Fundamental Kuat, Tapi Pasar Berkata Lain

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah kali ini tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga perkembangan geopolitik yang kembali memanaskan pasar global.

Menurut Ibrahim, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level US$94,58 per barel, sementara Brent crude oil menyentuh US$96,72 per barel.

“Rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS yang juga mengalami penguatan,” kata Ibrahim, Rabu (3/6/2026), dikutip dari Kontan.co.id.

Timur Tengah Kembali Memanas

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah mandeknya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran.

Perselisihan utama masih berkisar pada tuntutan AS agar Iran menghentikan dan memusnahkan program pengayaan uranium. Namun Iran menolak tuntutan tersebut dan justru menuduh Washington tidak konsisten dalam proses diplomasi.

Situasi semakin rumit karena ketegangan regional juga melibatkan Israel dan kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan Timur Tengah.

Bagi pasar keuangan global, setiap peningkatan tensi di kawasan penghasil minyak utama dunia hampir selalu memicu lonjakan harga energi. Ketika harga minyak naik, biaya produksi, distribusi, dan transportasi ikut terdorong naik sehingga meningkatkan risiko inflasi di banyak negara.

Ancaman Suku Bunga AS

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Sejumlah pejabat The Fed mulai memberi sinyal bahwa suku bunga tinggi masih akan dipertahankan lebih lama apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten.

Kondisi tersebut membuat investor global kembali memburu aset-aset berbasis dolar AS yang dianggap lebih aman dan memberikan imbal hasil lebih menarik.

Akibatnya, arus dana cenderung bergerak ke Amerika Serikat dan memperkuat posisi dolar terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Beban dari Dalam Negeri

Dari sisi domestik, Indonesia juga menghadapi tantangan tersendiri.

Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga energi global secara otomatis meningkatkan kebutuhan devisa untuk membayar impor bahan bakar. Permintaan dolar AS dari pelaku usaha dan importir pun meningkat.

Di saat yang sama, kebutuhan valuta asing untuk pembayaran utang luar negeri serta pembagian dividen perusahaan kepada investor asing turut menambah tekanan terhadap rupiah.

Kombinasi faktor global dan domestik inilah yang membuat ruang penguatan rupiah menjadi semakin terbatas dalam jangka pendek.

Bukan Sekadar Soal Kurs

Pelemahan rupiah bukan hanya persoalan angka di layar perdagangan valuta asing.

Ketika nilai tukar melemah dan harga minyak dunia naik bersamaan, dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor ekonomi. Biaya logistik meningkat, harga barang impor menjadi lebih mahal, dan tekanan inflasi berpotensi kembali menguat.

Bagi masyarakat, kondisi ini pada akhirnya dapat terasa dalam bentuk kenaikan harga sejumlah kebutuhan yang memiliki komponen impor atau sangat bergantung pada biaya transportasi.

Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Namun jika ketegangan geopolitik dan penguatan dolar terus berlanjut, pasar masih akan mencermati kemungkinan rupiah menghadapi tekanan yang lebih besar dalam beberapa waktu ke depan.

Penulis: Lukman

(Sumber: Kontan.co.id, Bloomberg)

Tags: dolarkurs dollarrupiah

Berita Terkait

Harga Emas Tergelincir, Dolar AS dan Konflik Timur Tengah Jadi Biang Kerok

Juni 3, 2026
Gambar ilustrasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Gambar oleh kecerdasan buatan.

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800 per Dolar AS, Menkeu Sampai Bilang “Stres”: Fundamental Kuat, Tapi Pasar Berkata Lain

Mei 28, 2026
Gambar ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar Amerika.(Gambar AI)

Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah, Tembus Rp17.700 per Dolar AS

Mei 19, 2026

Orang Desa Tak Pakai Dolar, Nyatanya Hari Ini 1 Dolar Tembus 17.672 Rupiah

Kado HUT RI Ke 77, Menkeu dan BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Kertas

Dampak Corona Hantam Nilai Kurs, Hari ini Dolar tembus Rp 17 Ribu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version