LIMBOTO, mimoza.tv – Provinsi Gorontalo akan menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo pada 18–24 Juni 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari rembug utama, temu profesi, gelar teknologi, pameran pembangunan, studi banding, hingga puncak acara yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan rundown resmi yang dirilis panitia, kegiatan akan dipusatkan di sejumlah lokasi, antara lain GOR David-Toni Limboto, Aula Rachmat Gobel (RACC), Hotel Eljie Hotel Limboto, Bandayo Po Boide, Gedung Kasmat Lahay, serta beberapa lokasi lapangan dan kawasan agrowisata.
Diawali Rembug Madya dan Rembug Utama Rangkaian PENAS XVII diawali pada Kamis, 18 Juni 2026 dengan agenda Rembug Madya di Hotel Eljie Hotel Limboto mulai pukul 07.00 WITA.
Selanjutnya, Jumat, 19 Juni 2026, digelar Rembug Utama di Aula Rachmat Gobel (RACC), yang menjadi forum strategis membahas berbagai isu pertanian, perikanan, dan pembangunan pedesaan.
Pembukaan Resmi Digelar 20 Juni Puncak awal kegiatan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026, melalui Pembukaan PENAS XVII yang dijadwalkan berlangsung di GOR David-Toni Limboto pukul 08.00–12.00 WITA.
Pada hari yang sama juga digelar berbagai agenda penting, di antaranya:
Temu Wicara dengan pejabat negara.
Temu Profesi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Gelar Teknologi.
Pameran Pembangunan.
Talkshow inspiratif bertajuk “Wakaf Menggerakkan Peradaban: From Charity to Legacy” oleh Ustaz Solmed.
Festival kuliner dan souvenir khas Gorontalo.
Temu Profesi dan Gelar Teknologi Warnai Kegiatan Memasuki Minggu, 21 Juni, kegiatan akan didominasi berbagai temu profesi yang mempertemukan kelompok tani, nelayan, penyuluh, peternak, hingga organisasi profesi pertanian dari seluruh Indonesia.
Beberapa organisasi yang dijadwalkan menggelar pertemuan antara lain:
Perhimpunan Petani (Perhiptani).
Asosiasi Benih Indonesia (Asbenindo).
Forum Komunikasi Petani dan Nelayan.
Ikatan Keluarga Alumni Magang Jepang (IKAMAJA).
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani).
Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi:
Gelar Teknologi.
Temu Karya.
Peragaan teknologi.
Asah Terampil.
Pameran pembangunan.
Festival seni budaya.
Studi Banding dan Agrowisata Jadi Daya Tarik Mulai 21 hingga 23 Juni, peserta PENAS juga akan mengikuti studi banding ke sejumlah sentra pertanian dan perikanan di Kabupaten Gorontalo.
Lokasi yang menjadi tujuan antara lain:
Kawasan bioflok dan budidaya ikan nila.
Sentra tanaman buah dan hortikultura.
Kawasan wisata Danau Perintis.
Objek wisata Pentadio Resort.
Sentra tenun karawo.
Kawasan pertanian terpadu dan agrobisnis.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan praktik-praktik terbaik yang telah dikembangkan masyarakat Gorontalo di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pameran dan Festival Budaya Berlangsung Hingga Malam Hari Sepanjang pelaksanaan PENAS, kawasan GOR David-Toni Limboto akan menjadi pusat keramaian melalui:
Pameran pembangunan.
Gelar teknologi.
Temu usaha agribisnis.
Temu teknologi.
Digitalisasi jaringan informasi agribisnis.
Karawitan dan kesenian petani nelayan.
Gelar seni budaya.
Festival kuliner dan souvenir khas Gorontalo.
Sebagian agenda tersebut berlangsung hingga malam hari, sehingga masyarakat umum dapat turut menyaksikan dan menikmati berbagai atraksi yang disiapkan panitia.
Puncak PENAS Digelar 24 Juni Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada Rabu, 24 Juni 2026 melalui Puncak PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di GOR David-Toni Limboto mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
Pada hari terakhir, pengunjung masih dapat menyaksikan:
Gelar Teknologi.
Gelar Seni Budaya.
Festival Kuliner dan Souvenir Khas Gorontalo.
PENAS XVII menjadi momentum penting bagi Gorontalo untuk menampilkan potensi pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, serta budaya daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknologi, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal selama penyelenggaraan berlangsung.
Penulis: Lukman



