GORONTALO, mimoza.tv – Kinerja sektor pertanian di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik 7,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga mencapai 131,04.
Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 11,23 persen menjadi 171,93, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami kenaikan 3,48 persen menjadi 131,21. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan peningkatan pengeluaran yang mereka tanggung.
Subsektor hortikultura menjadi motor utama peningkatan NTP Gorontalo. Pada Juni 2026, NTP hortikultura melonjak hingga 81,25 persen, jauh melampaui subsektor pertanian lainnya.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga komoditas cabai rawit dan cabai merah yang menjadi penyumbang utama dalam Indeks Harga yang Diterima Petani. Sementara itu, pada sisi pengeluaran petani, cabai rawit dan bawang merah tercatat sebagai komoditas yang paling besar mendorong kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani.
Meski demikian, tidak semua subsektor mengalami perbaikan. Subsektor perikanan mencatat penurunan NTP sebesar 4,61 persen, disusul tanaman perkebunan rakyat yang turun 4,57 persen, peternakan turun 2,13 persen, dan tanaman pangan yang melemah 1,50 persen.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Gorontalo juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pada Juni 2026, NTUP meningkat 11,40 persen menjadi 141,42.
Peningkatan NTUP terjadi seiring tetap tingginya Indeks Harga yang Diterima Petani di angka 171,93, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) justru turun tipis 0,16 persen menjadi 121,58. Penurunan biaya produksi ini memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh margin usaha yang lebih baik.
Pada komponen biaya produksi, bakalan sapi dan bibit sapi menjadi komoditas yang paling besar memengaruhi perubahan indeks.
Jika dilihat berdasarkan subsektor, hortikultura kembali menjadi penyumbang terbesar dengan lonjakan NTUP mencapai 86,08 persen. Sementara itu, peternakan masih mampu tumbuh 2,91 persen dan tanaman pangan meningkat 1,80 persen.
Di sisi lain, subsektor perikanan kembali mengalami penurunan NTUP sebesar 2,10 persen, sedangkan tanaman perkebunan rakyat turun 0,90 persen.
Secara umum, capaian NTP dan NTUP pada Juni 2026 menunjukkan bahwa sektor hortikultura masih menjadi penopang utama kinerja pertanian Gorontalo. Namun, penurunan yang terjadi pada subsektor perikanan dan perkebunan rakyat menjadi catatan penting yang perlu mendapat perhatian agar pertumbuhan sektor pertanian dapat berlangsung lebih merata.
Penulis: Lukman



