GORONTALO, mimoza.tv – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gorontalo diwarnai dengan kegiatan yang berbeda. Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), semangat kepramukaan dan nasionalisme ditanamkan kepada warga binaan melalui kegiatan Perkemahan Kamis-Jumat (Perkajum).
Halaman Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo disulap menjadi area perkemahan yang mempertemukan warga binaan dari Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Lapas Kelas IIA Gorontalo, serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gorontalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 sekaligus sarana pembinaan karakter bagi para peserta.
Suasana semakin semarak ketika warga binaan perempuan menampilkan pertunjukan teater bertema perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan pentingnya nilai pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang terus relevan untuk ditanamkan kepada setiap warga negara.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Gorontalo, Bambang Haryanto, mengatakan kegiatan kepramukaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
“Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, peserta dilatih untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi sebagai bekal saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” kata Bambang.
Tidak hanya berisi aktivitas kepramukaan, Perkajum tahun ini juga diperkaya dengan sesi pembelajaran dan layanan perpustakaan keliling hasil kolaborasi antara pemerintah daerah kabupaten dan pemerintah provinsi.
“Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan warga binaan,” ujar Bambang.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Elang Kartini, menilai perpaduan kegiatan kepramukaan, edukasi, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana,” kata Elang.
Perkemahan yang digelar dalam momentum HUT RI ke-81 ini menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan memiliki semangat untuk berkontribusi secara positif.



