GORONTALO, Mimoza.tv – Musim kemarau yang melanda Gorontalo mulai membawa sejumlah dampak yang perlu diwaspadai masyarakat. Selain ancaman kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih, kondisi cuaca kering juga berpotensi memicu peningkatan debu hingga kabut asap akibat kebakaran lahan.
Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Heriyanto Thalib, meminta pemerintah daerah tidak menunggu hingga dampak kemarau semakin meluas. Menurutnya, langkah antisipasi perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama musim kering.
“Ketersediaan air bersih, kondisi lahan pertanian, dan stabilitas pangan harus menjadi fokus perhatian pemerintah daerah,” kata Heriyanto.
Menurut Heriyanto, kemarau tidak sekadar menghadirkan cuaca panas dan kekeringan. Kondisi tanah yang semakin kering dapat meningkatkan paparan debu, sementara kebakaran lahan berpotensi menghasilkan asap yang memperburuk kualitas udara.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dapat semakin rentan terpapar udara yang tidak sehat.
Kelompok masyarakat tertentu, seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih.
Ancaman yang perlu diwaspadai salah satunya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Paparan debu dan asap dapat mengganggu saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak pada sebagian orang.
Heriyanto menilai, pemerintah daerah perlu memperkuat langkah mitigasi agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Persiapan tidak hanya menyangkut distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami kekurangan air, tetapi juga pengawasan terhadap potensi kebakaran lahan serta langkah menjaga kualitas udara.
Di sektor pertanian, kondisi kemarau juga perlu mendapat perhatian karena kekurangan air dapat memengaruhi produktivitas lahan dan pada akhirnya berdampak terhadap ketersediaan pangan.
Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih, petani memperoleh dukungan menghadapi kekeringan, serta potensi kebakaran lahan dapat ditekan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara dipenuhi debu atau asap, menggunakan masker saat diperlukan, serta menjaga asupan cairan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak musim kemarau.
Dengan langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini, dampak kemarau terhadap kesehatan, lingkungan, pertanian, hingga ketahanan pangan di Gorontalo diharapkan dapat ditekan.



