Senin, Agustus 17, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Air Mata Orang Tua Pecah, Warga Binaan Lapas Gorontalo Dipercaya Kibarkan Merah Putih

by Lukman
Agustus 17, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv – Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Gorontalo, Senin (17/8/2026), berlangsung berbeda dari biasanya.

Bukan hanya karena suasana upacara yang khidmat, tetapi karena sebagian pasukan pengibar bendera berasal dari warga binaan yang sedang menjalani masa pidana.

Yang membuat suasana semakin emosional, orang tua dan keluarga para warga binaan tersebut turut dihadirkan untuk menyaksikan langsung mereka menjalankan tugas.

Di tengah lapangan Lapas, para warga binaan berdiri dalam formasi pasukan 17 dan pasukan 8. Mereka berbaris bersama petugas dan menjalankan tugas dengan disiplin saat prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung.

Tiga petugas Lapas bertugas sebagai pengibar bendera, sedangkan satu petugas membawa baki. Sementara sebagian besar anggota pasukan lainnya merupakan warga binaan.

Pemandangan tersebut sontak mengundang haru. Sejumlah orang tua terlihat meneteskan air mata saat menyaksikan anak mereka berdiri tegap menjalankan tugas dalam upacara kemerdekaan.

Bagi keluarga, status anak mereka sebagai narapidana tidak menghapus kebanggaan ketika melihat mereka diberi kepercayaan dan mampu menjalankan tugas dengan baik.

Upacara dipimpin Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Gorontalo, Heri Sulistyo, sebagai inspektur upacara.

Kasi Giatja Lapas Gorontalo, Nelman, bertindak sebagai perwira upacara. Sementara Kasubsi Bimker dan PHK, Feri Utiarahman, menjadi komandan upacara.

Upacara diikuti jajaran Kanwil Ditjenpas Gorontalo, petugas Lapas, anggota Dharma Wanita, perwakilan warga binaan, mahasiswa magang, serta keluarga narapidana.

Kepercayaan di Balik Tembok Lapas

Keterlibatan warga binaan dalam pasukan pengibar bendera bukan sekadar pelengkap upacara.

Bagi Lapas Gorontalo, pemberian kepercayaan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan. Warga binaan diberi ruang untuk menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan menjalankan tugas.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, mengatakan pihaknya sengaja memberikan kepercayaan tersebut kepada warga binaan.

“Kami sengaja memberikan kepercayaan besar bagi warga binaan untuk menjadi pasukan pengibar bendera dan menghadirkan orang tua mereka untuk menyaksikan langsung,” ujar Junaidi.

Menurutnya, kepercayaan itu menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa percaya diri warga binaan.

Junaidi menegaskan, sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga pembinaan agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata bahwa sistem Pemasyarakatan tidak sekadar menghukum, tetapi mendidik dan membina dengan hati agar mereka memiliki kebanggaan diri dan siap kembali ke masyarakat sebagai manusia baru yang lebih baik,” katanya.

Kemerdekaan dan Kesempatan Kedua

Ada pesan lain yang muncul dari upacara tersebut.

Para warga binaan memang sedang menjalani konsekuensi hukum atas perkara yang mereka lakukan. Namun proses pemasyarakatan memberikan ruang bagi mereka untuk memperbaiki diri.

Kehadiran orang tua dalam upacara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali hubungan keluarga yang selama ini mungkin renggang akibat masa pidana.

Mereka datang bukan untuk menghapus kesalahan anaknya, melainkan menyaksikan sebuah proses perubahan.

Dalam amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang dibacakan Heri Sulistyo, warga binaan yang mendapatkan remisi juga diingatkan agar menjadikan penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik.

Tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini adalah “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Di Lapas Gorontalo, tema tersebut diterjemahkan melalui sebuah pemandangan sederhana: narapidana berdiri di bawah Merah Putih, menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya, sementara orang tua menyaksikan dari dekat.

Kemerdekaan bagi mereka tentu bukan berarti bebas dari konsekuensi hukum.

Tetapi kesempatan untuk berubah dan kembali menjadi bagian dari masyarakat tetap terbuka.

Dan pada pagi 17 Agustus itu, sebagian warga binaan Lapas Gorontalo mendapat kesempatan untuk membuktikannya.

Penulis: Lukman

Berita Terkait

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan disaksikan jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo, menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi, yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Gorontalo.

19 Narapidana di Gorontalo Langsung Bebas, 29 Terpidana Korupsi Dapat Remisi

Agustus 17, 2026

Lusuhnya Bendera di Halaman Rumah Kita, Potret Cinta dan Harapan di Tengah Perayaan HUT RI ke-81

Agustus 17, 2026

81 Tahun Merdeka, Bukan Sekadar Seremoni Tapi Kerja Nyata

Agustus 17, 2026

Femmy Udoki : Kemerdekaan Harus Dirasakan, Bukan Hanya Dirayakan

Komisi I Temukan Ketidaksesuaian Data Desil di Tinelo, Dorong Sosialisasi hingga Door to Door

Euforia HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Binaan Lapas Gorontalo Antusias Ikuti Lomba Tradisional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version