GORONTALO, mimoza.tv — Di tengah efisiensi anggaran yang masih dihadapi pemerintah daerah, aspirasi masyarakat untuk mendapatkan dukungan peralatan usaha akhirnya terealisasi. Sebanyak 113 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Gorontalo menerima bantuan stimulan mesin dan peralatan produksi dengan total nilai mencapai Rp2,825 miliar.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Kelurahan Bolihuwangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili didampingi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Staf Khusus Gubernur Bidang UMKM Amir Habuke, serta para penerima bantuan dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Provinsi Gorontalo dan kemudian direalisasikan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui APBD. Dari 113 IKM penerima, sebanyak 62 IKM mendapatkan peralatan perbengkelan, 24 IKM menerima peralatan kerajinan dan menjahit, serta 27 IKM memperoleh peralatan pangan.
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang telah menyahuti aspirasi masyarakat tersebut. Thomas mengatakan, masyarakat telah cukup lama menunggu realisasi bantuan yang sebelumnya diperjuangkan melalui anggota DPRD maupun anggota DPR.
“Setelah sekian lama kita menunggu, menanti dengan harap cemas di rumah bantuan, alhamdulillah hari ini apa yang dijanjikan, apa yang disampaikan oleh beberapa anggota DPRD, lalu kemudian harapan yang diberikan oleh anggota DPR, itu disahuti oleh Pak Gubernur. Sehingga hari ini bisa terlaksana penyerahan bantuan ini.”
Atas terealisasinya bantuan tersebut, Thomas menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Gorontalo. Menurutnya, realisasi bantuan tidak mudah dilakukan karena pemerintah saat ini masih menghadapi efisiensi anggaran.
“Saya atas nama masyarakat Gorontalo mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pak Gubernur yang dengan susah payah. Kenapa susah payah? Karena memang negara, provinsi dan kabupaten, kota itu masih menghadapi efisiensi anggaran. Semua anggaran itu dipotong.”
Meski demikian, Thomas menilai berbagai upaya yang dilakukan Gubernur membuat permintaan masyarakat melalui anggota DPRD tetap dapat direalisasikan.
“Tetapi dengan berbagai upaya Pak Gubernur bisa menyahuti permintaan masyarakat melalui anggota DPRD. Ini patut kita syukuri.”
Menurut Thomas, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi dapat mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha masyarakat. Ia juga menyoroti penerima bantuan yang berasal dari sejumlah wilayah di Gorontalo, termasuk Pohuwato, Tolinggula dan Sumalata.
Thomas berharap, penyerahan bantuan serupa ke depan dapat dilakukan langsung di masing-masing kabupaten dan kota.
“Kalau Pohuwato tolong diserahkan di Pohuwato, biar nanti kepala dinas kalau Pak Gubernur berhalangan. Sekaligus ini laporan kepada masyarakat bahwa Pak Gubernur ada kerja-kerjanya dengan menyerahkan bantuan ini di setiap kabupaten, kota.”
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut aspirasi masyarakat yang diserap melalui DPRD dan kemudian dibahas bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Gusnar berpesan agar seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, serta keberlanjutan usaha para penerima.
Di akhir penyampaiannya, Thomas menegaskan bahwa dukungan kepada masyarakat diharapkan tidak berhenti pada bantuan yang diserahkan saat ini. Dengan nada berseloroh, ia mengibaratkan bantuan yang diterima saat ini baru “ban motor”, sehingga ke depan masih ada harapan untuk mendapatkan dukungan lainnya.
“Jadi tidak berhenti di sini. Setelah ini boleh minta lagi ban mobil. Ini kan baru ban motor. Setelah ini ban mobil lagi.”
Penyerahan bantuan kemudian dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili didampingi Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Limonu Hippy kepada perwakilan penerima.
Bantuan senilai Rp2,825 miliar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan, dan kemandirian pelaku IKM di Provinsi Gorontalo.
(Lan/mmz03)



