GORONTALO, mimoza.tv — Musyawarah Provinsi (Musprov) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Gorontalo bukan hanya menjadi forum untuk menentukan siapa yang akan memimpin organisasi dunia usaha lima tahun ke depan.
Di balik kontestasi dua kandidat, Andi Ilham dan Fauzan Fadel Muhammad, forum yang digelar di Ballroom Hotel Aston Kota Gorontalo, Senin (21/9/2026), juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali soliditas KADIN serta mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah.
Musprov V KADIN Gorontalo dibuka oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Koordinator Bidang Hukum, HAM, serta Sarana dan Prasarana, Azis Syamsuddin.
Dalam sambutannya, Azis menekankan bahwa perbedaan pilihan dalam Musprov merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak meninggalkan persoalan yang justru dapat mengganggu jalannya organisasi setelah proses pemilihan berakhir.
Menurut Azis, siapapun yang nantinya mendapat mandat harus mampu merangkul seluruh jajaran pengurus dan anggota.
Ia menilai, tujuan utama KADIN bukan semata-mata soal kepemimpinan organisasi, melainkan bagaimana organisasi tersebut dapat menjalankan fungsi kemitraan dengan pemerintah dan ikut menggerakkan perekonomian daerah.
“Saya berharap dalam Musprov ini mengutamakan kebersamaan, karena Musprov ini intinya memilih ketua. Jadi siapapun yang terpilih harus merangkul seluruh pengurus dan anggota,” ujar Azis.
Azis mengingatkan agar proses pemilihan tidak menyisakan persoalan yang dapat menjadi beban bagi kepengurusan berikutnya.
Menurutnya, setelah Musprov selesai, seluruh elemen KADIN harus kembali menyatukan langkah untuk menjalankan tugas organisasi.
“Jangan setelah Musprov ini ada bekas-bekas luka sehingga akan mengganggu tugas organisasi,” tegasnya.
KADIN Didorong Jadi Jembatan Investasi
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melihat KADIN memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut Gusnar, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengembangkan investasi, memperluas lapangan kerja maupun meningkatkan daya saing produk dan pelaku usaha lokal.
Karena itu, diperlukan hubungan yang kuat antara pemerintah daerah dengan dunia usaha.
Gusnar berharap ketua KADIN yang nantinya terpilih dapat membangun komunikasi dengan pemerintah daerah sekaligus memperkuat hubungan dengan para pelaku usaha.
“Ketua KADIN yang nantinya terpilih agar membangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan seluruh pelaku usaha,” kata Gusnar.
Ia juga menempatkan KADIN sebagai salah satu jembatan yang dapat membuka akses Gorontalo ke dunia usaha di tingkat nasional.
Menurut Gusnar, KADIN dapat membantu pemerintah mempromosikan berbagai potensi daerah kepada investor maupun pelaku usaha dari luar Gorontalo.
“Bagi saya KADIN menjadi jembatan bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo ke pusat, sekaligus mempromosikan potensi yang dimiliki Provinsi Gorontalo kepada swasta di luar Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan kepengurusan KADIN periode 2026–2031 tidak berhenti pada konsolidasi internal.
Organisasi juga dihadapkan pada tuntutan untuk memperluas jaringan usaha, membuka akses investasi serta mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam berbagai peluang ekonomi.
Musprov V KADIN Gorontalo sendiri mempertemukan dua kandidat Ketua Umum, yakni Andi Ilham dan Fauzan Fadel Muhammad.
Keduanya mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam forum Musprov.



