GORONTALO, mimoza.tv – Upaya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi perkebunan terus didorong Pemerintah Provinsi Gorontalo. Salah satunya melalui penanaman pohon yang dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Desa Pinogu, Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango.
Penanaman pohon dilakukan secara simbolis dalam rangka pencanangan penghijauan di kawasan Pinogu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo Bambang Trihandoko, melalui Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Salam Bau, mengatakan pihaknya turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut.
Dalam pencanangan itu, sebanyak sepuluh pohon jenis glodogan tiang ditanam.
Namun, kegiatan penghijauan di Pinogu tidak hanya diarahkan pada penanaman pohon semata. Pemerintah juga melihat peluang pengembangan kawasan melalui konsep agroforestri.
Menurut Abdul Salam, kondisi wilayah Pinogu lebih cocok dikembangkan dengan sistem yang memadukan kegiatan kehutanan dan perkebunan.
Konsep tersebut memungkinkan tanaman kehutanan tumbuh berdampingan dengan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu potensi yang dilihat adalah tanaman kopi dan durian.
Pinogu selama ini dikenal memiliki potensi perkebunan kopi. Pengembangan agroforestri diharapkan dapat menjadi pendekatan yang menggabungkan kepentingan menjaga lingkungan dengan pemanfaatan lahan secara produktif.

Rencananya, jika dukungan anggaran tersedia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo akan kembali turun ke Desa Pinogu untuk melakukan inventarisasi lahan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan agroforestri.
Inventarisasi tersebut diperlukan untuk melihat kondisi dan potensi lahan, sekaligus menentukan jenis tanaman yang sesuai untuk dikembangkan.
Dengan pendekatan tersebut, penghijauan di Pinogu diharapkan tidak hanya menghasilkan tutupan hijau, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas seperti kopi dan durian.
Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi Pinogu untuk mengembangkan potensi perkebunannya dengan tetap memperhatikan fungsi lingkungan dan kawasan hutan.



