GORONTALO, mimoza.tv – Berkurangnya pasokan air di sejumlah saluran irigasi mulai menjadi persoalan bagi petani di Kabupaten Gorontalo. Kondisi ini membuat jadwal tanam padi di hampir seluruh kecamatan berpotensi bergeser.
Petani yang mengandalkan jaringan irigasi harus menyesuaikan kegiatan di sawah dengan ketersediaan air. Jika pasokan belum mencukupi, pengolahan lahan hingga penanaman terpaksa menunggu kondisi yang memungkinkan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Fonny Tangahu, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang menentukan jadwal tanam padi.
“Pergeseran waktu tanam ini menjadi perhatian, mengingat ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman padi,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pemantauan saluran irigasi menjadi penting, terutama untuk mengetahui ketersediaan air yang masih bisa dimanfaatkan petani.
Koordinasi antara pemerintah daerah, petugas pertanian, pengelola irigasi, dan petani juga diperlukan agar penyesuaian jadwal tanam dapat dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan.
Di tengah musim kemarau, petani perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan pasokan air sebelum memulai penanaman. Langkah ini penting agar kegiatan pertanian bisa disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus memantau kondisi irigasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Penulis: Lukman



