BONE BOLANGO, mimoza.tv — Kondisi masyarakat yang terdampak kemarau di Desa Sukadamai, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, menjadi perhatian Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo ke Desa Sukadamai untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak kemarau berkepanjangan.
Kunjungan yang dipimpin wakil ketua komisi I Sitti Nurain Sompie, didampingi anggota komisi lainnya serta pendamping komisi dari sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo.
Rombongan komisi I ini diterima langsung Penjabat Kepala Desa suka Damai yang didampingi jajaran pemerintah Desa.
Penjabat Kepala Desa Sukadamai, Sofyan Dalatu, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia mengatakan, kesempatan itu tidak disia-siakan untuk menyampaikan langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kekurangan air bersih.
Dari hasil diskusi bersama Komisi I, terungkap bahwa sejumlah sumur warga mulai mengering. Kondisi tersebut berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tiga dusun yang terdampak.
Menurut Sofyan, bantuan distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat segera ditangani, mengingat kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Dampak kemarau juga dirasakan para petani. Sebagian petani mengalami gagal panen akibat kondisi lahan yang kekurangan air.
Bersama penyuluh dan kelompok tani, upaya mencari solusi mulai dilakukan. Salah satunya melalui revitalisasi lahan untuk kembali melakukan penanaman.
Namun, upaya tersebut masih dibayangi kekhawatiran apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang, yang berpotensi kembali memengaruhi tanaman petani.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femy Kristina M. Udoki, menegaskan hasil kunjungan lapangan menunjukkan adanya kekurangan air bersih yang dialami masyarakat Desa Sukadamai.
Femy mengatakan, distribusi air yang dilakukan dua minggu sekali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga dusun terdampak.
Karena itu, Femy berharap ada dukungan dari BPBD Provinsi Gorontalo untuk membantu menyuplai air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau.
Selain persoalan distribusi, Femy juga menyampaikan adanya inisiatif pemerintah desa untuk mempermudah penyaluran air bersih ke tiga dusun tersebut.
Berdasarkan hasil diskusi dengan Penjabat Kepala Desa, terdapat bak penampungan air berbahan beton yang sudah tidak berfungsi karena tidak tersedia air.
Bak penampungan tersebut diusulkan untuk dimanfaatkan kembali sebagai titik penampungan air. Dengan begitu, suplai air dapat dilakukan melalui satu titik dan selanjutnya didistribusikan ke tiga dusun, sehingga tidak harus dilakukan pengisian secara terpisah di setiap dusun.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi I dalam kunjungan kerja tersebut. Persoalan ketersediaan air bersih perlu dikoordinasikan bersama pihak terkait agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak kemarau dapat terpenuhi.
Sebagai tindak lanjut, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mengusulkan rapat dengar pendapat dengan menggandeng Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo serta pihak-pihak terkait.
Rapat tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang untuk membahas kondisi masyarakat dan dampak kemarau sekaligus mencari solusi terhadap persoalan kekurangan air bersih serta dampak kemarau yang dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.



