Selasa, Oktober 20, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

AMMPD Gorontalo Balik Kritik Soal Polemik KTP: DPRD Jangan Cuci Tangan

by Lukman
September 24, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arif Rahim

Arif Rahim

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Polemik antrean pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Gorontalo kian menuai sorotan. Lebih dari 30 ribu daftar tunggu yang menumpuk membuat pelayanan administrasi kependudukan kembali jadi sorotan publik.

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa, menjadi salah satu yang paling vokal mengkritisi kondisi ini. Ia menilai, kegagalan Disdukcapil Kabgor memenuhi kebutuhan layanan KTP merupakan hal yang memalukan, terlebih ketika warga sampai harus mencari solusi ke daerah tetangga meski akhirnya ditolak.

“Penolakan itu wajar, tapi yang memalukan adalah kita di Kabgor tak mampu memberi pelayanan dasar administrasi kependudukan bagi rakyat sendiri,” tegas politisi Golkar itu, Selasa (23/9/2025).

Namun, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gorontalo membantah jika persoalan ini terkait ketiadaan blangko atau kelalaian petugas. Kepala Disdukcapil, Muhtar Nuna, menegaskan hambatan yang terjadi murni akibat habisnya persediaan tinta cetak.

“Ketiadaan tinta cetak ini bukanlah keinginan kami sebagai instansi teknis. Kondisi ini murni karena keterbatasan pembiayaan dalam pengadaannya,” jelas Muhtar, Rabu (24/9/2025).

Menurutnya, Disdukcapil sudah berulang kali mengajukan tambahan anggaran, namun alokasi yang diterima tak sebanding dengan lonjakan permintaan cetak KTP. “Blangko kami tersedia dan cukup, tetapi tinta cetak sudah habis. Itulah sebabnya pelayanan pencetakan KTP belum bisa kami penuhi,” ujarnya.

Muhtar menambahkan, Bupati Sofyan Puhi telah menaruh perhatian serius terhadap masalah ini. Namun, pada APBD Perubahan 2025, kebutuhan pengadaan tinta tetap tidak mendapat tambahan anggaran. Padahal, kebutuhan minimal hingga akhir tahun mencapai 20 botol tinta, dengan harga Rp4,3 juta per botol, masing-masing cukup untuk 500 keping KTP.

Pernyataan Iskandar maupun klarifikasi Disdukcapil itu kemudian ditanggapi oleh Aliansi Masyarakat Mahasiswa Peduli Daerah (AMMPD) Gorontalo. Menurut perwakilannya, Arif Rahim, DPRD justru tidak bisa lepas tangan dalam persoalan ini.

“Faktanya hari ini Ketua DPRD memilih berada di luar daerah, meninggalkan puluhan ribu antrean masyarakat yang tak bisa mencetak KTP. Lebih parahnya lagi DPRD seolah cuci tangan padahal mereka punya peran besar dalam penentuan anggaran,” tegas Arif.

Ia menilai, untuk pertama kalinya Disdukcapil Kabgor sampai kehabisan tinta. Kondisi ini membahayakan karena berpotensi membuat puluhan ribu warga hidup tanpa identitas jelas. “Dampaknya sangat luas, dari akses layanan publik, perbankan, hingga hak politik,” pungkasnya.

Polemik ini pun menyingkap fakta yang lebih mendasar: pelayanan administrasi kependudukan di Kabgor bukan sekadar soal teknis habisnya tinta, tetapi cerminan lemahnya prioritas kebijakan dan manajemen anggaran.

Penulis: Lukman.

Berita Terkait

Ribuan Perumahan Tanpa PSU Memadai, Komisi II Dekot Koordinasi dengan Kejaksaan

Oktober 20, 2026

PERANAN PEREMPUAN DI BISNIS MJA BERLIAN DI GORONTALO

Oktober 20, 2026

Kejari Kota Gorontalo Turun Langsung, Telusuri Keberadaan Saksi-Saksi Yehuwa

Oktober 20, 2026

Banmus DPRD Kota Gorontalo Tetapkan Jadwal Reses, Dimulai 27 November

Adhan Dambea Tegaskan Tak Mundur di Kasus Eks Rumah Jawatan

Polda Gorontalo Geledah Kantor Wali Kota

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2026 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo | Powered by E-Scape Creative

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2026 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo | Powered by E-Scape Creative

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version