Kota Gorontalo — Dua anak berusia 10 tahun terseret arus Sungai Bone di kawasan Jembatan Ampi, Kelurahan Sipatana, Kota Gorontalo. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua anak yang dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai, Jumat, 17 April 2026. Kejadian bermula sekitar pukul 13.20 WITA saat kedua korban tengah mandi di Sungai Bone bersama seorang rekannya.
Diduga, derasnya arus sungai menyebabkan keduanya terseret. Mengetahui insiden tersebut, pihak keluarga bersama warga setempat langsung berupaya melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai, namun belum membuahkan hasil.
Laporan resmi baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo pada pukul 19.25 WITA. Tim SAR gabungan pun segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif.
Sekitar pukul 20.58 WITA, satu korban berinisial N-P berhasil ditemukan di sekitar jembatan, tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban pertama berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, namun dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini kami masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya,” ujar Dio Danu Wardana, Komandan Tim Pencarian SAR Gorontalo.
Sementara itu, satu korban lainnya berinisial A-R, seorang anak perempuan, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Penulis : Safril Rachman


