Beranda Provinsi Gorontalo Janji Rusli Soal Cap Tikus Di Gorontalo

Janji Rusli Soal Cap Tikus Di Gorontalo

144
0
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat diwawancarai awak media.(Foto: Humas Pemprov Gorontalo)

Gorontalo, mimoza.tv – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berjanji, kedepan pihaknya akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan perdagangan minuman keras di wilayahnya.

“Jika Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sudah melegalkan produk lokal minuman keras jenis Cap Tikus. Maka kita Provinsi Gorontalo, nantinya akan membuat Perda larangan penjualannya,” Jelas Rusli, diwawancarai wartawan mimoza.tv usai kegiatan Kilas Balik, Evaluasi Dan Refleksi Kinerja Pemerintahan NKRI (Nyata Kerja Rusli – Idris), di Naura’s Café, Minggu (30/12/2018)

Larangan dalam bentuk Perda ini kata Rusli sebagai upaya mencegah akibat dari mengkonsumsi minuman keras di wilayah Gorontalo. Dirinya beralasan, banyak aksi kejahatan ini dipicu atau disebabkan oleh mengkonsumsi miras.

“Bayangkan, perampokan, pembunuhan, pelecehan seksual ini pemicunya adalah miras. Oleh sebab itu ini yang akan menjadi perhatian kita dengan membuat perda,” ujar Rusli.

Saat ini kata Rusli, untuk Kabupaten/Kota,  baru Kabupaten Gorontalo yang punya Perda melegalkan perdagangan miras.

“Makanya kita akan membuat Perda setingkat diatasnya, namanya Perda Provinsi Gorontalo, yang melarang perdagangan miras terlebih jenis Cap Tikus,” tegas Rusli.

Selain sering jadi biang kerok kasus-kasus kriminalitas seperti penganiayaan, dan penyebab kecelakaan lalu lintas, kata Rusli, saat rekrutmen polisi, TNI, bahkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), minuman perusak kesehatan ini, sering jadi hambatan bagi generasi muda untuk berkarir.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim dalam kesempatan itu juga mengingatkan, 97 persen masyarakat Gorontalo beragama islam.

“Jika saya kaitkan dengan miras, artinya, dari 10 orang Gorontalo yang mengkonsumsi miras, 7 diantaranya adalah orang islam. Oleh karenanya penting bagi semua, untuk menjaga,” jelas Idris.

Dirinya mengingatkan seluruh elemen masyarakat Gorontalo untuk sasma-sama menjaga filosofi daerah ‘Adat bersendikan Sara, Sara bersendikan Kitabullah‘.

“Begitu juga dengan julukan ‘Gorontalo Serambi Madina’, yang harus sama sama kita jaga. Untuk itu juga saya mengajak,mari kita bantu Pemerintah dengan tenaga dan pikiran kita, yang sudah tentu hal ini untuk kemajuan dan kemaslahatan kita warga Gorontalo juga,” tandasnya.(luk)