Minggu, Mei 17, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Kisah ‘Santri’ Jebolan Lapas Gorontalo yang Kini Jadi Konselor Bagi Pengguna Narkoba

by Lukman
Juni 25, 2021
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Bagi Yoyo berurusan dengan hukum dan keluar masuk bui merupakan hal yang sudah sering ia alami. Namun siapa sangka, lewat program Riyadhah yang digagas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo, pengguna NARKOBA kelas kakap di Gorontalo ini berubah 180 derajat. Pria dengan nama lengkap Abdulrahman Joyo Nangalo ini, bukan hanya menjadi eks warga binaan saja, namun lebih dari itu dirinya menjadi ‘ustadz’ atau konselor bagi pengguna NARKOBA.

Tahun 2017 silam merupakan yang ke dua kali Yoyo mendekam di Lapas kelas II A Gorontalo dengan kasus sebagai pengguna barang haram. Sebelum itu, dirinya sempat menghilang selama kurang lebih satu tahun.’

“Awal kejadian tahun 2017 itu sempat buyar semua yang ada di pikiran saya. Buyarnya ini, artinya apa yang Allah kasih selama ini ternyata sangat bermaknya. Sementara tidak dengan itu, saya anggap biasa-biasa saja. Itu usaha saya, dan bukan berkat dari Allah. Setelah tertangkap baru saya sadar seperti itulah nikmat yang Allah kasih ke saya,” tutur Yoyo.

Baca juga

Simpan Barang Terlarang di Dalam Lapas, Bang Napi Terancam Dipindah ke Nusakambangan

Lapas Gorontalo Perketat Pengawasan, Tiga Handphone Diamankan Saat Razia Blok Hunian

Dirinya mengakui, hal yang telah merubah dirinya setelah mendekam di hotel prodeo adalah rasa kasih sayang Allah kepada dirinya.

Yoyo mengaku bersyukur, setelah masuk ke dua kali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, dirinya seperti dihantarkan ke kehidupan yang seharusnya dijalani di dunia.

“Hal yang telah merubah saya adalah keluarga. Mereka berharap saya menjadi seperti yang biasa saja, dan bukan seperti sebelum-sebelumnya. Lalu dorongan dari diri saya sendiri, dimana merasa capek hidup lama di lembah NARKOBA. Mungkin ini bisa dibilang titik jenuh yang Tuhan kasih ke saya. Artinya kenikmatan dunia yang saya jalani itu hanya sampai disitu. Kewat mimpi yang berulang kali saya alami, Tuhan mengetuk pintu hati ini, bahwa hanya padanya saya kembali,” ucap Yoyo.

Hal lainnya yang turut mendukung hingga ia sudah seperti hari ini adalah pembinaan yang telah dia dapatkan selama dalam Lapas Gorontalo. Namun kata Yoyo, semuanya harus ada niat dari diri sendiri dulu.

“Niat itu harus dari diri sendiri dulu. Kemudian konsistensi, hingga Tuhan dukung itu lewat program yang Lapas bikin. Jadi ini penguatan bagi diri kita yang benar-benar istiqamah. Bisa dikatakan, bahawa apa yang didapat dari mimpi-mimpi itu Lapas menyediakannya. Ada badan takmir, pengajian dan hal-hal yang bersifat relijius. Dan ini sudah saya terapkan di keluarga. Bagaimana mengajarkan anak dan istri tentang hal spriritual yang didapat dari Lapas,” kata Yoyo.

Setelah mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) pada bulan Maret 2021 lalu, Yoyo mengaku mendapat banyak tantangan dan godaan untuk kembali ke lembah kehidupan gelap NARKOTIKA.

Namun berkat keteguhan serta ilmu yang dia dapatkan selama dalam Lapas Gorontalo, menjadi benteng yang kokoh dari semua godaan itu.

“Godaan itu tetap ada. Jangankan saya sebagai bekas pecandu, orang yang biasa saja pasti ada godaan. Tapi kembali lagi, berkat ilmu yang kita dapat disini (baca: Lapas), jadi bekal kita. Hidayahnya, saya dipanggil lagi ke pekerjaan sebelumnya, sebagai seorang konselor untuk mendampingi pecandu NARKOTIKA. Jadi ilmu yang saya dapat ini juga saya terapkan saat mendampingi para pecandu.

Yoyo juga mengaku, sosok yang telah merubah dirinya hingga sudah seperti saat ini adalah Kasdin Lato, KASI BINADIK di Lapas Kelas II A Gorontalo. Kata Yoyo, sosok Kasdin telah mampu merubah paradigma masyarakat maupun warga binaan, bahwa penjara tidak hanya menjadi tempat orang menjalani hukuman saja, tetapi bisa merubah seorang penjahat menjadi seorang santri.(luk)

Tags: konselorLapas Kelas II A GorontaloNarkobanarkotika

Berita Terkait

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo melaksanakan tes urine terhadap warga binaan dan petugas sebagai bagian dari komitmen menciptakan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Foto: Lukman/mimoza.tv

Simpan Barang Terlarang di Dalam Lapas, Bang Napi Terancam Dipindah ke Nusakambangan

Mei 8, 2026
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo bersama aparat Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Badan Narkotika Nasional Kota Gorontalo menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan. Foto: Lukman/mimoza.tv.

Lapas Gorontalo Perketat Pengawasan, Tiga Handphone Diamankan Saat Razia Blok Hunian

Mei 8, 2026
Oplus_131072

Kejari Kota Gorontalo Musnahkan Sabu, Ganja hingga Ratusan Butir Obat-obatan dari 40 Perkara

April 28, 2026

Dugaan Keterlibatan Anak Kepala Daerah dalam Kasus Narkoba Diselidiki Polda Gorontalo

Peringatan HANI 2024, Kakak Tia Ajak Milenial Untuk Lawan Narkoba

Lapas BERSINAR: Kemenkumham Gorontalo Gencar Berantas Narkoba

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version