Oleh: Dr. Najamuddin Petta Solong, M. Ag. (Mitra MJA Berlian Gorontalo)
Di tengah sulitnya ekonomi hari ini, ada satu pertanyaan mendasar yang harus kita jawab bersama: sampai kapan kita hanya menjadi penonton dan konsumen, sementara kita juga bisa menjadi pemilik dan produsen
Latar Belakang: Kenapa MJA Berlian Relevan untuk Gorontalo?
MJA Adalah singkatan dari Makin Jaya Agung yang berkedudukan di Jl. Kebun Karet No. 35 A, Loktabat Utara, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Ia adalah perusahaan penjualan langsung (Direct Selling) yang berfokus pada produk high-value: perhiasan dan aksesoris berlian asli bersertifikat resmi pemerintah.
Adapun yang membuat MJA Berlian berbeda adalah asal-usulnya. Ia tidak lahir dari ruang rapat mewah di Jakarta. Ia lahir dari perlawanan. Empat founder-nya adalah anak dari tukang bangunan, buruh harian, dan ibu rumah tangga yang pernah merasakan pahitnya hidup dari bawah. Ini bukan cerita fiksi.
Inilah titik temunya dengan Gorontalo. Sebagai daerah yang dikenal dengan Serambi Madinah, mayoritas masyarakatnya juga berasal dari keluarga sederhana, pekerja keras, yang memiliki satu kesamaan yakni ingin keluar dari lingkaran kemiskinan. MJA Berlian bukan barang impor yang asing, tapi cerminan dari diri anak bangsa itu sendiri.
Secara sosiologis, inilah yang disebut ekonomi kerakyatan seperti yang tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Semangat inilah yang tampaknya dihidupkan MJA berlian melalui jargonnya: Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita.Analisis Filosofi: Melawan Sistem yang Tidak Adil
Sebagaimana diketahui, masalah terbesar dalam sistem bisnis konvensional hari ini adalah sentralisasi keuntungan, yang di atas semakin kaya, yang di bawah hanya menjadi pembeli. Menariknya, MJA berlian memotong rantai itu dengan tiga pondasi: pertama, kejujuran produk, berupa berlian asli, bersertifikat dari pemerintah setempat, bukan imitasi dan nilai investasinya sangat jelas dan terbuka.
Kedua, transparansi sistem sehingga tidak ada tutup poin yang mencekik, tidak ada belanja wajib bulanan yang memberatkan para mitranya.
Ketiga, keadilan peluang, mitra baru dan mitra lama punya peluang yang sama untuk berhasil karena sistemnya desentralisasi dan juga tidak ada monopoli. Dalam perspektif Islam, tentu ini sejalan dengan prinsip utama muamalah yang ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya: QS. An-Nisa: 29 “Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.”Bisnis yang adil adalah bisnis yang tidak ada pihak yang terzalimi. Semua suka sama suka, semua tumbuh bersama.
Keunggulan Sistem: Bukan Sekedar Jualan, Tapi Sekolah Bisnis
Inilah kesalahan orang menilai Multi Level Marketing yang disebabkan oleh pandangan selama ini termasuk MJA Berlian hanya suruh jualan. Padahal produk hanyalah alat, yang dijual sebenarnya adalah sistem pendidikannya. Terbukti MJA Berlian memiliki MJA Business Education (MBE). Ini adalah sekolah wirausaha yang tidak diajarkan di kampus.
Melalui MBE ini selain dilengkapi dengan kurikulum dan mentor yang handal dan berpengalaman serta memiliki bukti sukses di bidangnya juga ditujukan untuk membentuk mindset dan mental para mitranya. Mengubah mental pekerja menjadi mental pemilik, dari mentel konsumen menjadi mental “berlian”. Begitu pula skill leadership, public speaking, team building, psikologi, dan manajemen keuangan di asah dan dilatih melalui berbagai jenjang pendidikannya. Sistem duplikasi yang sederhana dilakukan sehingga anak muda, ibu rumah tangga bahkan mahasiswa tanpa modal besar pun bisa menjalankannya.
Rasulullah Saw., bersabda: “Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perniagaan” (HR. Ahmad). Namun demikian, perniagaan tanpa ilmu akan rugi. MBE hadir untuk memastikan mitra tidak hanya berani berdagang, tapi cerdas berdagang.
Inilah alasan mengapa di Gorontalo, mulai dari pedagang di pasar, TNI/Polri, hingga pejabat dan akademisi bahkan pengusaha konvensional ikut bergabung, karena tidak hanya disebabkan oleh perhiasannya, akan tetapi melihat sekolahnya dan santunan ke fakir miskin dan anak yatim sebesar 25 persen dari keuntungan selain 75 persennya dibagi ke mitra.
Sistem Ekonomi Berkah: Logika 6 Sumber Penghasilan
Secara logika ekonomi, MJA Berlian menawarkan pemerataan, bukan pemusatan. Ada 6 keran penghasilan yang dirancang untuk gotong royong:1. Komisi Pengenalan2. Komisi Pasangan / Matching3. Komisi Cycle / Gulungan. 4. Bonus Prestasi. 5. Royalti 2% Omzet Global. 6. Dana Hibah Support Jaringan
Potensi hingga 3,3 Miliar di tahun pertama bukanlah angka sulap. Itu adalah akumulasi matematis dari kerja kolektif tim besar.
Logikanya sederhana: jika Anda bekerja sendiri, hasilnya sendiri. Jika Anda membangun tim 100 orang yang masing-masing bekerja, hasilnya adalah 100x lipat. Inilah kekuatan leverage.
Namun yang paling membedakan dan membuat bisnis ini ber-berkah adalah: 25% keuntungan perusahaan disisihkan untuk anak yatim dan fakir miskin dan hal ini telah diakta notariskan bahwa salah satu pemilik saham Perusahaan adalah anak yatim dan fakir miskin. Ini bukan strategi marketing, ini adalah investasi langit. Dalilnya sangat jelas:QS. Al-Baqarah: 261 “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir…” dan Hadis: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” Rasulullah mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan keduanya (HR. Bukhari). Keyakinan yang ditanamkan ke seluruh mitra bahwa bisnis yang menyisihkan untungnya untuk yatim, secara spiritual mustahil untuk tidak diberkahi.
Penutup: Sebuah Ajakan Berpikir
Temu Mitra yang rutin diadakan setiap Jumat sore bersama Grand Master Ustadz Heru Setyo Kurniawan dan Master One Ade Mus Arisona di Gorontalo bukan sekadar pertemuan. Itu adalah majelis ilmu, tempat menyelaraskan visi, tempat mengasah mental. Kini pilihan ada di tangan kita. Orang kaya bukanlah orang yang gajinya paling besar, tapi orang yang memiliki sumber penghasilan kedua. MJA Berlian bukanlah pekerjaan kedua, tapi aset kedua. Kerja sekali, hasilnya bisa berkali-kali, seperti Berlian yang terus bersinar. Modal Kecil, Mental Berlian, Hasil Berlian.
Selama ini kita belanja di luar, uang kita habis menjadi milik orang lain. Di MJA Berlian, uang belanja yang sama kembali menjadi bonus, menjadi aset, dan menjadi tabungan masa depan.Pertanyaannya bukan lagi “Apakah MJA Berlian bisa membuat saya sukses?” Tapi, “Apakah saya mau memberi kesempatan pada diri saya sendiri untuk sukses bersama MJA Berlian?”
Di Indonesia sudah sangat berkembang bisnis ini, namun khusus di Gorontalo yang baru beberapa bulan berjalan, selaku mitra yang baru bergabung saya dan teman-teman mitra lainnya berkomitmen tidak hanya akan melahirkan pemakai Berlian yang berkilau perhiasannya.
Kita akan melahirkan pengusaha-pengusaha Berlian yang berkilau masa depannya, namun juga akan melakukan ekspansi ke daerah lain seperti Manado, Minahasa, Kotamobagu, Buol, dan seluruh Indonesia Timur. Dari Perlawanan, Menjadi Gerakan. Dari Gorontalo, Untuk Indonesia.



