GORONTALO, mimoza.tv – Intensitas hujan tinggi yang memicu banjir bandang di wilayah Kabupaten Gorontalo terus menyisakan persoalan pelik bagi infrastruktur publik. Merespons kondisi darurat tersebut, jajaran Komisi III DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo bergerak cepat dengan turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.
Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh para aleg Komisi III, termasuk srikandi parlemen Meyke Camaru. Kehadiran mereka di lokasi guna melihat dari dekat potret kerusakan fasilitas vital yang kini mengancam aktivitas sehari-hari warga setempat.
Dua titik krusial yang menjadi fokus utama perhatian para wakil rakyat ini adalah jebolnya tanggul pembatas sungai serta kondisi infrastruktur jembatan yang mengalami kerusakan serius akibat terjangan arus banjir.
“Kami turun langsung ke Desa Barakati untuk memastikan sejauh mana tingkat kerusakan infrastruktur pasca-banjir kemarin. Penanganan tanggul yang jebol ini harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan rasa aman warga dari ancaman banjir susulan,” ungkap salah satu anggota Komisi III di sela-sela peninjauan.
Kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa jebolnya tanggul membuat luapan air sungai dengan mudah merangsek masuk ke wilayah permukiman, membawa material lumpur yang merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Batudaa. Tidak hanya itu, akses mobilitas masyarakat juga terancam lumpuh menyusul rusaknya struktur jembatan penghubung desa yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
Dari hasil temuan lapangan ini, Komisi III Deprov Gorontalo menegaskan akan segera melakukan koordinasi lintas sektor secara intensif. Langkah cepat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Dinas PUPR, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan dipacu guna merumuskan formula penganggaran darurat.
Langkah taktis ini diambil agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap tanggul serta jembatan di Desa Barakati dapat segera direalisasikan demi memulihkan kembali aktivitas masyarakat yang sempat lumpuh. (red/luk)



