GORONTALO, mimoza.tv – Perumda Air Minum Muara Tirta Kota Gorontalo memastikan kondisi perusahaan hingga kini masih sehat dan tetap mampu menjaga pelayanan kepada pelanggan, meski dalam lima bulan terakhir menghadapi tekanan kemarau.
Di tengah kondisi tersebut, Perumda Muara Tirta masih memiliki basis pelanggan yang cukup besar. Data perusahaan mencatat jumlah pelanggan eksisting mencapai 33.651 pelanggan yang tersebar di sembilan kecamatan dan 50 kelurahan di Kota Gorontalo.
Basis pelanggan inilah yang kini menjadi salah satu perhatian dalam rencana integrasi data retribusi sampah antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perumda Muara Tirta.
Direktur Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo, Lucky Paudi, mengungkapkan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Gorontalo terkait integrasi data retribusi sampah, Rabu (7/10/2026).
Menurut Lucky, dari total 33.651 pelanggan eksisting, sebanyak 25.595 pelanggan tercatat aktif. Khusus wilayah Kota Gorontalo, pelanggan aktif mencapai 23.531 pelanggan.
“Selain melayani masyarakat Kota Gorontalo, jaringan pelanggan Perumda Muara Tirta juga mencakup sebagian kecil wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo,” ujar Lucky.
Komposisi pelanggan Perumda Muara Tirta cukup beragam. Mulai dari pelanggan sosial, rumah tangga, pemerintah hingga pelanggan niaga.
Untuk kelompok I Sosial Umum tercatat sebanyak 597 pelanggan, sedangkan Sosial Khusus sebanyak 386 pelanggan.
Sementara pelanggan rumah tangga terdiri atas:
- Rumah Tangga A: 8.708 pelanggan
- Rumah Tangga B: 13.496 pelanggan
- Rumah Tangga C: 6.944 pelanggan
- Rumah Tangga D: 544 pelanggan
Adapun pelanggan pemerintah tercatat 382 pelanggan. Kemudian Niaga Kecil sebanyak 2.314 pelanggan, Niaga Besar 276 pelanggan, serta klasifikasi khusus sebanyak 4 pelanggan.
“Besarnya basis pelanggan inilah yang kemudian menjadi penting dalam pembahasan integrasi data retribusi sampah,” kata Lucky.
Besarnya basis pelanggan tersebut tentu membuka peluang bagi pemerintah daerah memperluas basis penerimaan dari sektor retribusi sampah.
Lucki menjelaskan, kerja sama yang telah ditandatangani antara Perumda Muara Tirta dan DLH saat ini masih berada pada lingkup pelanggan kategori usaha.
Artinya, integrasi data belum secara otomatis mencakup seluruh pelanggan Perumda.
“Rencana perluasan ke kelompok pelanggan lainnya membutuhkan proses pemutakhiran dan sinkronisasi data. Terutama untuk memastikan klasifikasi pelanggan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ungkap Lucki.
Langkah tersebut penting karena data pelanggan Perumda bukan hanya berkaitan dengan identitas pelanggan, tetapi juga menjadi dasar dalam sistem penagihan dan keberlangsungan pendapatan perusahaan.
Perumda Sehat Harus Tetap Dijaga
Kondisi Perumda Muara Tirta yang saat ini masih sehat menjadi modal penting dalam menjalankan kebijakan integrasi tersebut.
Namun kesehatan perusahaan juga harus dijaga agar tidak terganggu oleh kebijakan penambahan komponen tagihan. Integrasi data perlu dilakukan dengan prinsip tepat sasaran, transparan dan terukur.
Lucky menegaskan, rencana perluasan integrasi data retribusi sampah tidak semata berbicara tentang jumlah pelanggan yang bisa dijadikan wajib retribusi.
“Karena itu, rencana perluasan integrasi data retribusi sampah bukan semata soal berapa banyak pelanggan yang dapat dijadikan wajib retribusi, tetapi juga bagaimana sistem tersebut diterapkan secara tepat, transparan dan tetap menjaga keberlangsungan pelayanan air minum bagi masyarakat,” pungkasnya.



