Gorontalo, mimoza.tv – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo, Riyono, SH, MH, menegaskan komitmen seluruh jajaran Kejati Gorontalo dalam membangun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026, saat memimpin Apel Pencanangan WBBM, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Riyono menyebut penandatanganan komitmen bersama dan pakta integritas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan janji moral kepada diri sendiri, institusi, dan terutama masyarakat Gorontalo.
“Ini bukan hanya goresan tinta di atas kertas. Ini adalah janji kepada masyarakat Gorontalo bahwa Kejaksaan hadir dengan integritas dan pelayanan terbaik,” tegas Riyono.
Ia mengingatkan bahwa Kejati Gorontalo telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2019. Namun, tantangan ke depan justru lebih berat, yakni mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkannya menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menurutnya, WBBM menuntut lebih dari sekadar bebas dari praktik korupsi. Lembaga penegak hukum juga harus mampu memberikan pelayanan publik yang responsif, adil, dan melampaui ekspektasi masyarakat.
Dalam perjalanan menuju WBBM 2026, Riyono menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi pegangan seluruh jajaran. Pertama, inovasi tidak boleh sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi harus benar-benar mempermudah akses keadilan bagi masyarakat.
Kedua, ia menegaskan bahwa WBBM tidak akan tercapai selama masih terdapat praktik pungutan liar, gratifikasi, maupun perlakuan diskriminatif dalam pelayanan. Integritas, kata dia, harus menjadi “napas” dalam setiap tindakan aparatur Kejaksaan.
Pilar ketiga, Riyono meminta seluruh pegawai, mulai dari pimpinan hingga staf, untuk meninggalkan mentalitas ingin dilayani dan meneguhkan diri sebagai pelayan masyarakat.
“Kita adalah pelayan masyarakat. Ramah, cepat, dan transparan adalah kunci,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riyono menegaskan bahwa pembangunan zona integritas bukanlah kerja individu Kepala Kejaksaan Tinggi semata, melainkan kerja kolektif seluruh insan Adhyaksa. Satu pelanggaran saja, menurutnya, dapat meruntuhkan bangunan kepercayaan publik yang telah dibangun bersama.
Ia pun mengajak seluruh jajaran Kejati Gorontalo untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, dan menjaga soliditas demi nama baik Korps Adhyaksa di Provinsi Gorontalo.
Menutup sambutannya, Riyono mengajak menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pembuktian bahwa Kejaksaan Tinggi Gorontalo mampu menghadirkan pelayanan prima yang bersih dan melayani, tidak hanya di pusat, tetapi juga di daerah.
“Mulai hari ini kita menanggung tanggung jawab besar membangun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Insan Adhyaksa harus humanis, yuridis, lugas, dan akurat,” pungkasnya.
Penulis: Lukman.



