GORONTALO, mimoza.tv — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis kondisi ketenagakerjaan daerah berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, dalam kegiatan yang digelar di Ruang Vicon Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, menyampaikan bahwa jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 670.242 orang.
“Jumlah ini meningkat sebanyak 35.255 orang dibandingkan Februari 2025,” ujar Wathekhi.
Ia juga menjelaskan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada periode tersebut mencapai 70,33 persen.
“TPAK naik sebesar 2,81 persen poin dibanding Februari 2025,” jelasnya.
Untuk jumlah penduduk bekerja, BPS mencatat sebanyak 649.006 orang pada Februari 2026.
“Jumlah penduduk bekerja meningkat 33.836 orang dibandingkan Februari 2025,” kata Wathekhi.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.
“Sebanyak 32,75 persen tenaga kerja terserap di sektor tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, penduduk bekerja pada kegiatan formal juga mengalami peningkatan.
“Jumlahnya mencapai 256.776 orang atau 39,56 persen, naik 2,51 persen poin dibanding Februari 2025,” tambah Wathekhi.
BPS juga mencatat tingkat setengah pengangguran pada Februari 2026 sebesar 7,85 persen.
“Angka ini turun sebesar 1,52 persen poin dibanding Februari 2025,” ujarnya.
Di sisi lain, tingkat pekerja paruh waktu tercatat sebesar 29,82 persen.
“Persentase pekerja paruh waktu naik 8,89 persen poin dibanding Februari 2025,” jelasnya.
Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 3,17 persen.
“TPT mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen poin dibanding Februari 2025,” tutup Wathekhi.
Penulis: Lukman



