GORONTALO, mimoza.tv — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Gorontalo telah memasuki fase ageing population berdasarkan hasil Survei Antar Sensus (SUPAS) 2025. Hal ini ditandai dengan persentase penduduk lanjut usia yang mencapai 10,48 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, menyampaikan bahwa indikator tersebut menunjukkan struktur penduduk Gorontalo mulai didominasi peningkatan proporsi usia lanjut.
“Persentase penduduk lanjut usia di Gorontalo telah mencapai 10,48 persen, sehingga masuk dalam kategori ageing population,” ujar Wathekhi saat merilis data di Ruang Vicon Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, BPS juga mencatat laju pertumbuhan penduduk Gorontalo dalam lima tahun terakhir sebesar 1,24 persen per tahun.
“Rata-rata tahunan laju pertumbuhan penduduk Provinsi Gorontalo selama lima tahun terakhir sebesar 1,24 persen, dengan rasio ketergantungan sebesar 43,89,” jelasnya.
Dari sisi fertilitas, Total Fertility Rate (TFR) di Gorontalo tercatat sebesar 2,24.
“Angka Kelahiran Total atau TFR berada di angka 2,24,” kata Wathekhi.
Sementara itu, Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) menunjukkan tren penurunan.
“Angka Kematian Bayi terus menurun dan saat ini mencapai 26,12,” ungkapnya.
BPS juga mencatat adanya migrasi neto risen bernilai negatif di dua wilayah utama.
“Migrasi neto risen di Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo bernilai negatif, yang menunjukkan lebih banyak penduduk yang bermigrasi keluar dibandingkan masuk,” tutup Wathekhi.
Penulis: Lukman



