GORONTALO, mimoza.tv – Provinsi Gorontalo mencatatkan capaian positif dalam upaya mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo melaporkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di daerah tersebut mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, mengungkapkan bahwa nilai IKG Gorontalo pada tahun 2025 berada di angka 0,343. Angka ini menunjukkan perbaikan atau penurunan ketimpangan sebesar 0,022 poin jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 0,365.
“Indeks Ketimpangan Gender kita tahun ini mengalami perbaikan yang cukup menggembirakan. Penurunan sebesar 0,022 poin ini mencerminkan semakin mengecilnya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di berbagai dimensi pembangunan,” ujar Wathekhi saat memaparkan rilis di Ruang Vicon Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Kesehatan Reproduksi Jadi Motor Penggerak Berdasarkan hasil analisis, membaiknya angka IKG di Bumi Serambi Madinah ini didorong kuat oleh peningkatan kualitas pada dimensi kesehatan reproduksi.
Wathekhi menjelaskan, salah satu indikator krusial yang mengalami perbaikan adalah menurunnya proporsi perempuan yang melahirkan hidup di luar fasilitas kesehatan (MTF). Hal ini menandakan akses dan kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan profesional semakin membaik.
“Perbaikan dimensi kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang menekan angka IKG kita tahun ini. Hal ini dipengaruhi secara dominan oleh menurunnya angka perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan. Artinya, risiko keselamatan ibu saat persalinan dapat kita minimalisir dengan lebih baik,” jelasnya.
Capaian Spasial dan Regional Secara spasial, tren penurunan ketimpangan gender ini terjadi merata di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Pohuwato menjadi wilayah dengan progres perbaikan terdalam, sementara Gorontalo Utara masih memegang angka IKG terendah atau yang paling setara di tingkat provinsi.
Di kancah regional Sulawesi, performa Gorontalo juga cukup kompetitif. Dengan nilai 0,343, Gorontalo berhasil menduduki peringkat ketiga terbaik se-Sulawesi dalam hal kesetaraan gender, berada tepat di bawah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Meski demikian, Wathekhi mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama pada dimensi pasar tenaga kerja dan pemberdayaan politik yang memerlukan perhatian lintas sektor agar keterwakilan perempuan semakin optimal.
“Capaian ini adalah modal berharga. Namun, konsistensi dalam memberikan ruang bagi perempuan di sektor formal dan pengambilan keputusan tetap menjadi agenda penting ke depan,” tutup Wathekhi.
Penulis: Lukman



