GORONTALO, mimoza.tv – Nilai ekspor Provinsi Gorontalo pada Maret 2026 tercatat sebesar US$5,68 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 35,56 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai US$8,82 juta.
Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo dalam rilis resmi perkembangan ekspor dan impor daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, mengatakan penurunan nilai ekspor terjadi dibanding bulan sebelumnya.
“Nilai ekspor Maret 2026 Provinsi Gorontalo sebesar US$5,68 juta atau turun 35,56 persen dibanding Februari 2026,” kata Wathekhi.
Meski mengalami penurunan, aktivitas ekspor Gorontalo masih didominasi perdagangan ke kawasan Asia dan Eropa. Jepang tercatat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi mencapai 57,04 persen terhadap total ekspor Gorontalo Januari–Maret 2026.
Selain Jepang, negara tujuan utama lainnya yakni Uni Eropa sebesar 22,16 persen, Rusia 10,82 persen, serta kawasan negara lainnya sebesar 4,39 persen.
Berdasarkan tabel ekspor menurut negara tujuan, Jepang mencatat nilai ekspor sebesar US$2,92 juta pada Maret 2026. Sementara Rusia tercatat sebesar US$620 ribu dan Jerman sebesar US$469 ribu.
Wathekhi menjelaskan, sebagian komoditas asal Gorontalo diekspor melalui pelabuhan dan bandara di luar daerah.
“Sebagian komoditas asal Gorontalo masih diekspor melalui pelabuhan dan bandara di provinsi lain,” ujarnya.
Ia menyebut kelompok komoditas ikan dan udang/kepiting (HS 03) senilai US$126.554 diekspor melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Ngurah Rai Bali menuju Jepang, Singapura, dan Thailand.
Sementara komoditas buah dan biji atau kacang yang diolah dan diawetkan (HS 08) senilai US$2,63 juta seluruhnya diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Negara tujuan komoditas tersebut cukup beragam, di antaranya Rusia, Jerman, Inggris, Prancis, Polandia, Australia, Belanda, hingga Georgia.
Selain itu, kelompok berbagai makanan olahan (HS 21) juga diekspor melalui Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara menuju Tiongkok sebesar US$89.180.
Di sisi lain, ekspor langsung melalui pelabuhan dan bandara di Gorontalo pada Maret 2026 tercatat sebesar US$2,83 juta dengan komoditas utama berupa pelet kayu (HS 44) yang diekspor ke Jepang.
Data tersebut menunjukkan aktivitas ekspor Gorontalo masih bertumpu pada komoditas berbasis sumber daya alam dan hasil olahan primer.
Namun sebagian besar jalur distribusi ekspor masih bergantung pada pelabuhan dan bandara di luar Gorontalo. Kondisi ini memperlihatkan bahwa rantai logistik dan infrastruktur ekspor daerah masih menjadi tantangan dalam memperkuat daya saing perdagangan internasional Gorontalo.
Penulis: Lukman



