GORONTALO, mimoza.tv – Suasana berbeda tampak di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Boalemo, Selasa (25/5/2026). Di tengah rutinitas pembinaan warga binaan, lapas tersebut menghadirkan pelatihan manasik haji sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan spiritual.
Kegiatan itu diikuti antusias oleh warga binaan muslim. Meski berada di balik jeruji, mereka tetap diberi ruang untuk belajar dan merasakan suasana ibadah haji melalui simulasi rangkaian pelaksanaan rukun Islam kelima.
Pelatihan dipandu langsung oleh petugas Kementerian Agama Kabupaten Boalemo. Para peserta mendapat pemahaman terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari niat, ihram, tawaf, sa’i, wukuf hingga tahapan ibadah lainnya.
Dengan suasana khusyuk, warga binaan tampak mengikuti setiap proses manasik secara tertib. Beberapa di antaranya mengaku bersyukur karena masih memiliki kesempatan belajar agama dan memperoleh pengalaman spiritual yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Boalemo, Agus Risdianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menghadirkan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
“Walaupun berada di dalam lapas, warga binaan tetap berhak mendapatkan pembinaan rohani dan merasakan pengalaman pembelajaran ibadah, termasuk melalui kegiatan manasik haji ini. Kami ingin menghadirkan suasana yang dapat memperkuat keimanan serta membangun semangat perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Agus, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis terkait ibadah haji, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual yang dapat menjadi bekal saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Selain Kepala Lapas, kegiatan itu turut dihadiri Kepala Seksi Binapigiatja Arfan Adam, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Frangki Gunawan Ma’aruf, Kasubsi Regbimkemas Muhajiir Ali serta petugas dari Kementerian Agama Kabupaten Boalemo.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Boalemo berharap warga binaan tidak hanya memahami tata cara ibadah haji, tetapi juga mampu memetik makna keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan kepada Tuhan sebagai modal menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.



