GORONTALO, mimoza.tv – Kabar duka datang dari panggung politik dan pemerintahan Gorontalo. Mantan Wakil Bupati Bone Bolango, H. Mohamad Kilat Wartabone, meninggal dunia pada Minggu malam (7/6/2026) sekitar pukul 19.54 Wita saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Aloei Saboe, Kota Gorontalo.
Kepergian tokoh yang akrab disapa Kilat Wartabone itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Wartabone, tetapi juga masyarakat Bone Bolango dan Gorontalo secara umum yang mengenalnya sebagai figur pemimpin sederhana dan dekat dengan rakyat.
Nama Kilat Wartabone bukanlah nama asing dalam perjalanan pemerintahan Bone Bolango. Ia tercatat dua kali menduduki kursi Wakil Bupati Bone Bolango pada periode yang berbeda. Pertama saat mendampingi Bupati Ismet Mile pada periode 2005–2010, kemudian kembali dipercaya masyarakat untuk mendampingi Bupati Hamim Pou pada periode 2016–2021.
Namun, bagi banyak warga Bone Bolango, jabatan bukanlah satu-satunya identitas yang melekat pada dirinya.
Di berbagai kesempatan, Kilat dikenal sebagai sosok yang tidak canggung berbaur dengan masyarakat. Ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan maupun kemasyarakatan tanpa sekat protokoler yang berlebihan.
Cucu Pahlawan Nasional Mohamad Kilat Wartabone lahir dari keluarga yang memiliki jejak sejarah kuat dalam perjuangan bangsa. Ia merupakan cucu dari Nani Wartabone, tokoh yang memimpin Peristiwa Patriotik 23 Januari 1942 di Gorontalo dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Latar belakang keluarga tersebut turut membentuk karakter Kilat Wartabone yang selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Warisan nilai perjuangan keluarga Wartabone tidak hanya tercermin dalam sejarah, tetapi juga dalam kiprah Kilat di pemerintahan. Saat menjabat sebagai wakil bupati, ia beberapa kali terlibat langsung dalam program-program pemberdayaan masyarakat, kesehatan, dan pembangunan daerah.
Salah satu yang pernah menjadi perhatian seriusnya adalah persoalan HIV/AIDS di Bone Bolango. Saat menjabat sebagai Wakil Bupati sekaligus Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bone Bolango, ia aktif menyuarakan pentingnya edukasi dan pencegahan penyakit tersebut di kalangan masyarakat.
Tetap Aktif Setelah Tidak Menjabat Berbeda dengan sebagian politisi yang menghilang dari ruang publik setelah masa jabatan berakhir, Kilat Wartabone tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat.
Ia masih sering hadir dalam berbagai agenda kemasyarakatan, memberikan pandangan terkait pembangunan daerah, serta menjaga hubungan dengan berbagai elemen masyarakat di Bone Bolango maupun Gorontalo.
Karena itu, kabar wafatnya Kilat Wartabone cepat menyebar dan memunculkan gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, politisi, birokrat, hingga warga biasa yang pernah merasakan kedekatannya.
Meninggalkan Jejak Pengabdian Dalam dunia politik, tidak semua pejabat berhasil meninggalkan kesan yang bertahan lama setelah masa jabatannya berakhir. Namun bagi sebagian warga Bone Bolango, Kilat Wartabone dikenang bukan semata karena pernah menjadi wakil bupati, melainkan karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan mudah dijangkau masyarakat.
Kini, salah satu putra terbaik Gorontalo itu telah berpulang.
Kepergiannya menambah daftar tokoh daerah yang telah lebih dahulu meninggalkan panggung pengabdian. Namun jejak yang ditinggalkan, terutama dalam perjalanan pemerintahan Bone Bolango dan warisan nilai keluarga besar Wartabone, akan tetap menjadi bagian dari sejarah daerah ini.
Selamat jalan, H. Mohamad Kilat Wartabone.
Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Penulis: Lukman



