BONE BOLANGO, mimoza.tv – Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Kabupaten Bone Bolango terus memperluas pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat di seluruh kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercepat terwujudnya desa yang bersih dan sehat melalui perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam mengakhiri praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Rangkaian pelantikan Pokja Desa Sehat dimulai pada Senin (20/7/2026). Pada pagi hari, FKKS melantik pengurus Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Tilongkabila di Aula Kantor Desa Tamboo. Siang harinya, pelantikan dilanjutkan untuk Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Bulotalangi yang berlangsung di Kantor Desa Bulotalangi.
Kegiatan berlanjut pada Selasa (21/7/2026) dengan pelantikan Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Tapa di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tapa. Pada siang hari, FKKS kembali melantik pengurus Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Bulango Utara di Aula Kantor Camat Bulango Utara.
Sementara itu, rangkaian pelantikan dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/7/2026) dengan pelantikan Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Botupingge yang dipusatkan di Kantor Desa Timbuolo Tengah.
Ketua FKKS Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, mengatakan pembentukan Pokja Desa Sehat bukan sekadar melengkapi struktur organisasi di tingkat desa. Menurutnya, kelompok kerja tersebut diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengubah kebiasaan yang berisiko terhadap kesehatan.
“Desa sehat tidak akan lahir hanya karena program pemerintah. Yang paling menentukan adalah keterlibatan masyarakat. Pokja Desa Sehat harus menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kesehatan di desa,” kata Rakhmatiyah.
Ia menjelaskan, konsep Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas kesehatan maupun infrastruktur. Lebih dari itu, konsep tersebut bertujuan mewujudkan daerah yang bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, keberadaan Pokja Desa Sehat dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam mengidentifikasi sekaligus menghimpun berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
“Apa pun persoalan kesehatan yang ada di desa harus bisa dihimpun oleh Pokja. Setelah itu dikomunikasikan dengan pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain memperkuat kelembagaan desa sehat, FKKS Bone Bolango saat ini juga memberikan perhatian khusus terhadap percepatan penghapusan praktik buang air besar sembarangan (BABS). Menurut Rakhmatiyah, kebiasaan buang air besar di sungai, kebun, pekarangan, maupun lokasi terbuka lainnya masih menjadi tantangan yang harus segera diakhiri karena dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
“Target kami jelas, desa-desa di Bone Bolango harus bergerak menuju kondisi bebas BABS. Karena itu, Pokja Desa Sehat harus aktif mengedukasi masyarakat agar menggunakan jamban yang layak dan meninggalkan kebiasaan buang air besar sembarangan,” tegasnya.
Melalui pembentukan Pokja Desa Sehat secara bertahap di berbagai kecamatan, FKKS Bone Bolango berharap setiap desa memiliki tim yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sehingga target mewujudkan Kabupaten Bone Bolango sebagai Kabupaten Sehat dapat tercapai.
Penulis: Lukman



