GORONTALO, mimoza.tv – Usai menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di Sport Center Limboto, Anggota DPR RI Rachmat Gobel langsung meninjau Menara Pakaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi terkini kawasan Menara Pakaya yang menjadi salah satu ikon baru Gorontalo selama pelaksanaan PENAS XVII.
Chairman Gobel Group itu memastikan pembenahan kawasan tersebut tidak berhenti setelah berakhirnya ajang nasional tersebut. Menurutnya, Menara Pakaya masih akan terus dipercantik agar memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Ini akan berlangsung seterusnya. Tidak hanya untuk momentum PENAS. Yang kita bangun harus bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” kata Gobel.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan wisata dan ruang publik menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata Gorontalo yang selama ini dinilai masih membutuhkan lebih banyak destinasi rekreasi keluarga.
Karena itu, Menara Pakaya menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam rencana pengembangan lanjutan setelah sebelumnya Gobel Group turut melakukan penataan sejumlah kawasan publik lainnya.
Beberapa di antaranya adalah kawasan Tamendao yang kini menjadi ruang publik favorit masyarakat, penataan Danau Perintis, pengembangan Pentadio Resort, hingga pembenahan kawasan Taman Limboto yang saat ini ramai dikunjungi warga.
“Sebelumnya ada Tamendao yang awalnya kumuh. Setelah ditata, sekarang menjadi salah satu tujuan masyarakat. Kalau dampaknya baik, tentu akan terus kita lanjutkan ke tempat-tempat lain,” ujarnya.
Menurut Gobel, Gorontalo membutuhkan lebih banyak destinasi wisata yang menarik agar wisatawan memiliki banyak pilihan saat berkunjung ke daerah tersebut.
Ia menilai pengembangan kawasan wisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Gobel bahkan mengaku telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo terkait kemungkinan pengembangan sejumlah kawasan wisata strategis lainnya.
“Kalau daerah memberi kepercayaan, saya siap membantu mengelola dan mengembangkan. Yang penting daerah mendapat manfaat dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” katanya.
Bagi Gobel, pembenahan Menara Pakaya merupakan bagian dari kontribusi Gobel Group yang tahun ini genap berusia 70 tahun. Sebagai putra Gorontalo, ia ingin meninggalkan sesuatu yang dapat dinikmati masyarakat dalam waktu lama, bukan hanya untuk kebutuhan acara seremonial.
Karena itu, setelah PENAS XVII berakhir, perhatian Gobel kini tertuju pada tahap berikutnya: melanjutkan transformasi Menara Pakaya agar menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Gorontalo.
Penulis: Lukman



