Bone Bolango, mimoza.tv – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni. Bagi masyarakat yang masih menghadapi kekeringan, kemerdekaan berarti terbebas dari kekhawatiran tidak mendapatkan air bersih serta kehilangan pekerjaan dan penghasilan.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Kristina Udoki, menilai pesan kemerdekaan harus didekatkan dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat. Hal itu terutama menyangkut warga di sejumlah desa di Gorontalo yang masih kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.
Di Bone Bolango, kondisi kekeringan disebut menjadi salah satu yang paling parah sebagaimana penyampaian BPBD Bone Bolango. Warga bahkan harus menunggu bantuan air, mencari sumber air yang semakin jauh, hingga menghemat penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan. Tetapi bagi masyarakat yang kekeringan dengan kondisi sekarang ini, kemerdekaan adalah bebas dari rasa takut tidak mendapatkan air bersih dan bebas dari kekhawatiran kehilangan pekerjaan dan penghasilan,” ujar Femmy.
Menurutnya, dampak kemarau tidak hanya dirasakan masyarakat yang kesulitan memperoleh air. Para petani juga menghadapi risiko gagal panen, sementara nelayan kesulitan melaut karena musim ombak yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut, kata Femmy, semakin menekan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perikanan.
Ia mengingatkan agar alasan efisiensi anggaran tidak membuat masyarakat kehilangan perhatian, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan jaminan kehidupan.
“Saya yakin ketika ditanya apa makna kemerdekaan bagi mereka saat ini, jawabannya pasti kemerdekaan bukan sekadar upacara bendera, tapi mengalirnya air di rumah-rumah penduduk.”
Apalagi, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September. Karena itu, Femmy mendorong adanya solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak boleh menunggu sampai kondisi semakin parah. Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi, memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak, sekaligus melindungi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat perubahan cuaca.
“Pemerintah sudah harus membangun ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim,” kata Femmy.
Bagi masyarakat yang kini kesulitan mendapatkan air, menurut Femmy, makna kemerdekaan sesungguhnya sangat sederhana namun mendasar, yakni bisa membuka keran di rumah dan mendapatkan air, bisa bekerja tanpa dihantui kehilangan penghasilan, serta dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman.
Karena itu, momentum peringatan kemerdekaan diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Kemerdekaan, kata Femmy, harus benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa, termasuk oleh masyarakat yang saat ini tengah menghadapi kesulitan.
(Lan/mmz03/rls)



