GORONTALO. Mimoza.tv – Musim kemarau tidak menghentikan Perum Bulog Kantor Cabang Gorontalo dalam menyerap hasil panen petani. Hingga September 2026, realisasi penyerapan gabah yang dikonversi setara beras telah mencapai sekitar 1.900 ton atau 110 persen dari target. Capaian tersebut terbilang signifikan karena kondisi kemarau membuat produksi dan ketersediaan gabah di sejumlah sentra pertanian tidak sebanyak saat musim panen.
Di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, harga gabah di tingkat petani saat ini berkisar Rp7.000 hingga Rp7.250 per kilogram. Sementara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah berada di angka Rp6.500 per kilogram.
Meski target telah terlampaui, Bulog Gorontalo memastikan penyerapan tetap dilanjutkan. Pembelian langsung dari petani maupun gabungan kelompok tani tetap terbuka, terutama jika harga gabah di lapangan turun hingga di bawah HPP.
Untuk menjaga ritme penyerapan di tengah musim kering, Bulog juga terus memantau wilayah yang masih memiliki potensi panen. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil pertanian tetap terserap sekaligus memberikan kepastian kepada petani atas pemasaran hasil panen mereka.
Kepala Bulog Gorontalo, Firmansyah, menegaskan pihaknya akan terus memantau potensi panen di sejumlah daerah dan menjaga penyerapan gabah tetap berjalan meski kondisi kemarau.



