GORONTALO. Mimoza.tv – Target Pemerintah Kota Gorontalo untuk mewujudkan kota bebas dari ancaman AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM) pada 2030 mendapat perhatian dari DPRD Kota Gorontalo.
Anggota Komisi I DPRD Kota Gorontalo, Syafrudin Junaidi, mendorong agar gerakan kolaboratif yang melibatkan komunitas, kader kesehatan, dan masyarakat tidak berhenti pada forum semata, tetapi ditindaklanjuti dengan pembagian peran yang konkret.
Menurut Syafrudin, penguatan program melalui forum kemitraan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan target eliminasi ATM dapat dicapai secara berkelanjutan.
Ia menilai, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, termasuk partisipasi aktif masyarakat.
Ada tiga hal yang dinilai perlu menjadi perhatian, yakni edukasi dan pencegahan secara masif, percepatan penemuan kasus secara dini, serta pendampingan pengobatan hingga tuntas.
“Keterlibatan komunitas sipil juga dinilai penting untuk mengurangi stigma terhadap penderita HIV dan TBC. Dengan lingkungan yang lebih terbuka dan mendukung, masyarakat diharapkan tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri,” katanya.
Komisi I juga menaruh perhatian pada keberlanjutan program. Forum kemitraan yang dibangun Pemerintah Kota Gorontalo diharapkan mampu menghasilkan pembagian tugas yang jelas antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, komunitas, dan masyarakat.
Syafrudin menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan sistem yang kuat dan kerja bersama.
“Karena itu, Komisi I akan terus mendorong agar program penanganan ATM tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat sistem kesehatan Kota Gorontalo menuju target eliminasi AIDS, TBC, dan malaria pada 2030, dengan dukungan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.



