Kamis, Februari 19, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Aleg DPRD Provinsi Gorontalo Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

by Lukman Polimengo
Januari 27, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Umar Karim.

Umar Karim.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah sebuah kementerian menuai penolakan dari berbagai kalangan.

Di Gorontalo, anggota DPRD Provinsi Gorontalo menegaskan sikap sejalan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan bahwa posisi ideal Polri adalah tetap berada langsung di bawah Presiden.Sikap tersebut disampaikan Kapolri dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI, sebagai respons atas berkembangnya diskursus publik terkait kemungkinan restrukturisasi kelembagaan Polri.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo yang membidangi hukum dan pemerintahan, Umar Karim, menyatakan dukungan penuh terhadap pandangan Kapolri. Menurutnya, secara konstitusional dan filosofis, Polri memang paling tepat berada langsung di bawah Presiden.

Baca juga

Indonesia Urutan Ke-2, Negara yang Warganya Mudah Ditipu

Liga Inggris Hentikan Laga Sejenak Saat Magrib, Pemain Muslim Diberi Ruang Buka Puasa

“Polri paling tepat ditempatkan di bawah Presiden,” tegas Umar Karim, Selasa (27/1/2026).

Ia menilai, kedudukan Polri yang langsung berada di bawah Presiden akan menjaga independensi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Dengan posisi tersebut, Polri tidak mudah diintervensi oleh kepentingan politik praktis maupun kebijakan sektoral kementerian tertentu.

Lebih jauh, Umar Karim menekankan bahwa Polri merupakan alat negara, bukan alat pemerintah. Karena itu, sebagai alat negara, Polri seharusnya berada di bawah kendali Presiden dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara.

Sebaliknya, Umar Karim secara tegas menolak wacana menempatkan Polri di bawah kementerian.

“Janganlah. Itu konsep yang destruktif. Polri bisa bergeser dari alat negara menjadi alat pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan mendasar antara Polri sebagai alat negara dan Polri sebagai alat pemerintah. Ketika Polri berfungsi sebagai alat negara, maka polisi dituntut bersikap netral, berdiri di atas semua kepentingan—baik pemerintah maupun masyarakat.

Namun jika Polri berada di bawah kementerian, risiko ketidakindependenan akan semakin besar.

“Polisi bisa bekerja mengikuti kebijakan pemerintah semata, bukan lagi kepentingan hukum dan keadilan,” jelasnya.

Menurut Umar Karim, penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menyeret institusi kepolisian ke dalam pusaran kepentingan politik, mengingat kementerian merupakan bagian dari cabang kekuasaan eksekutif. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi demokrasi dan supremasi hukum.Ia mengingatkan, jika Polri berubah menjadi alat kekuasaan, maka kepercayaan publik akan tergerus. Pada titik itu, adagium Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat berisiko runtuh.

“Kepercayaan rakyat adalah modal utama Polri. Jangan dipertaruhkan hanya karena wacana yang keliru,” pungkasnya. (rls/luk)

Berita Terkait

Indonesia Urutan Ke-2, Negara yang Warganya Mudah Ditipu

Februari 19, 2026

Liga Inggris Hentikan Laga Sejenak Saat Magrib, Pemain Muslim Diberi Ruang Buka Puasa

Februari 19, 2026
Ilustrasi belut listrik.

Belut Listrik: Mitos, Sengatan, dan Fakta Ilmiah di Baliknya

Februari 19, 2026

Ahli Inspektorat Pohuwato Meninggal Usai Bersaksi di Sidang Korupsi Dana Hibah LPTQ

HMI Soroti LPG 3 Kg, Jubir Wali Kota Gorontalo: Kritik Harus Tepat Sasaran

Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Gorontalo Perkuat Keamanan dan Pembinaan Spiritual Warga Binaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version