PUNCAK BOTU, mimoza.tv — Media partner yang selama ini menjalankan aktivitas jurnalistik di lingkungan DPRD Provinsi Gorontalo kini memiliki wadah bersama. Forum Media Parlemen Puncak Botu resmi terbentuk melalui musyawarah yang berlangsung di Ruang Inogaluma DPRD Provinsi Gorontalo.
Forum ini dibentuk sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, koordinasi, serta profesionalisme insan pers yang melakukan peliputan di lingkungan parlemen.
Pembentukan forum bermula dari silaturahmi yang digelar Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo dengan mempertemukan perwakilan berbagai platform media, mulai dari media siber, cetak, radio hingga televisi.
Dari pertemuan tersebut kemudian muncul gagasan untuk membentuk wadah bersama yang dapat menjadi jembatan komunikasi antara insan pers dan lembaga legislatif.
Namun, satu hal menjadi penegasan sejak awal: sinergi tidak boleh mengorbankan independensi pers.
Rapat pembentukan forum dibuka Kepala Bagian Risalah dan Legislasi Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo, Budi Poha, yang mewakili Sekretaris DPRD.
Setelah membuka rapat, Budi menyerahkan jalannya musyawarah kepada Sofyan Ishak selaku ketua rapat sementara. Proses pembahasan kemudian berlangsung cukup dinamis, terutama ketika peserta membicarakan arah dan fungsi forum ke depan.
Perbedaan pandangan sempat mewarnai musyawarah. Namun, seluruh persoalan akhirnya diselesaikan melalui pembahasan bersama hingga peserta menyepakati struktur kepengurusan secara demokratis.
Hasil musyawarah menetapkan Ronal Alibasa dari Ulandha.id sebagai Ketua Forum Media Parlemen Puncak Botu.
Sementara posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Moh. Hasan dari RNews. Sofyan Ishak dari Berita A1 dipercaya sebagai Sekretaris, sedangkan Marlan Ahmad dari Mimoza TV menjadi Wakil Sekretaris.
Untuk posisi Bendahara dipercayakan kepada Dea Patricia dari Poliyama, dengan Sutikno Hadi dari Otanaha.id sebagai Wakil Bendahara.
Kepala Bagian Risalah dan Legislasi, Budi Poha, mewakili Sekwan menyambut positif terbentuknya forum tersebut.
Menurutnya, keberadaan forum dapat menjadi ruang komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara insan pers dengan Sekretariat DPRD maupun lembaga legislatif.
Meski demikian, sinergi tersebut harus tetap berjalan dalam koridor profesionalisme dan menjunjung tinggi kebebasan serta independensi pers.
Penegasan mengenai independensi menjadi salah satu poin penting dalam musyawarah.
Sekretaris Sofyan Ishak menegaskan, Forum Media Parlemen Puncak Botu tidak dibentuk untuk membatasi kebebasan pers, apalagi menyeragamkan pemberitaan media.
“Forum ini bukan merupakan instrumen untuk membatasi, mengendalikan, atau mengintervensi independensi dan kebebasan kerja jurnalistik. Ini adalah wadah kebersamaan yang tetap menjunjung tinggi kebebasan pers, independensi redaksi, serta kode etik jurnalistik,” tegas Sofyan.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Media Parlemen Puncak Botu, Ronal Alibasa.
Ia menegaskan, forum tersebut merupakan ruang bersama bagi insan pers untuk membangun komunikasi dan koordinasi sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik di DPRD Provinsi Gorontalo.
“Forum Media Parlemen adalah wadah berhimpun, bukan wadah pembatasan; ruang koordinasi, bukan alat pengendalian; serta sarana untuk memperkuat profesionalisme tanpa mengurangi independensi pers,” ujar Ronal.
Ke depan, forum akan menyusun sejumlah program kerja. Agenda tiga bulan pertama akan diarahkan pada penguatan solidaritas, komunikasi, koordinasi, serta profesionalisme insan pers yang melakukan peliputan di lingkungan DPRD Provinsi Gorontalo.
Hasil pembentukan forum ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo. Ketua bersama jajaran pengurus juga akan melakukan audiensi dengan Sekwan dan pimpinan DPRD untuk memperkenalkan kepengurusan sekaligus mengkomunikasikan keberadaan forum.
Dalam musyawarah, peserta juga menyepakati masa jabatan kepengurusan selama dua tahun, sehingga pengurus yang terpilih ditetapkan untuk periode 2026–2028. Ketentuan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Sekwan dan pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo.
Dengan terbentuknya Forum Media Parlemen Puncak Botu, insan pers berharap komunikasi dengan lembaga legislatif semakin terbuka, efektif dan terkoordinasi.
Di sisi lain, forum diharapkan tetap menjadi ruang kebersamaan tanpa mengganggu ruang redaksi, kebebasan pemberitaan, maupun independensi masing-masing media dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
(Lan/mmz03)



