Sabtu, Juli 18, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Inflasi Gorontalo Melonjak 2,11 Persen pada Juni 2026, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama

by Lukman
Juli 7, 2026
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv – Setelah sempat mengalami deflasi pada Mei 2026, laju inflasi di Provinsi Gorontalo kembali melonjak pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) mencapai 2,11 persen, menjadi salah satu lonjakan tertinggi sepanjang semester pertama tahun ini.

Data tersebut dipaparkan Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, M.Stat., dalam rilis resmi di Ruang Vicon Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Rabu (1/7/2026).

Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat inflasi tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y) sebesar 4,77 persen, sementara inflasi tahun kalender (Juni 2026 terhadap Desember 2025) mencapai 3,27 persen.

Agus Sudibyo menjelaskan, lonjakan inflasi Juni terutama dipicu kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Inflasi bulan Juni 2026 sebesar 2,11 persen terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi mencapai 1,94 persen. Artinya, kelompok ini menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan harga di Gorontalo,” ujar Agus Sudibyo.

Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar Jika ditelusuri hingga tingkat komoditas, cabai rawit menjadi penyebab utama lonjakan inflasi Juni. Komoditas ini memberikan andil inflasi sebesar 0,66 persen.

Di bawahnya menyusul:

Bawang merah: 0,38 persen

Tomat: 0,22 persen

Beras: 0,19 persen

Ikan selar/ikan tude: 0,19 persen

Ikan layang/ikan benggol: 0,13 persen

Bensin: 0,07 persen

Shampo: 0,05 persen

Ikan malalugis/ikan sorihi: 0,05 persen

Daun bawang: 0,04 persen

Menurut Agus, dominasi komoditas pangan menunjukkan bahwa gejolak harga kebutuhan pokok masih menjadi faktor paling menentukan pembentukan inflasi di Gorontalo.

“Komoditas hortikultura seperti cabai rawit, bawang merah, dan tomat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap inflasi Juni. Kenaikan harga pangan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi perkembangan inflasi daerah,” katanya.

Sejumlah Komoditas Justru Menahan Laju Inflasi Di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, terdapat sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi.

Komoditas penyumbang deflasi terbesar meliputi:

Daging ayam ras: -0,05 persen

Ikan mujair: -0,04 persen

Telur ayam ras: -0,03 persen

Ikan asap: -0,03 persen

Emas perhiasan: -0,03 persen

Popok bayi sekali pakai: -0,03 persen

Bahan bakar rumah tangga: -0,02 persen

Ketimun: -0,02 persen

Parfum: -0,02 persen

Sandal anak: -0,01 persen

Meski demikian, penurunan harga beberapa komoditas tersebut belum mampu mengimbangi tekanan inflasi dari kelompok pangan.

Inflasi Tahunan Tembus 4,77 Persen Secara tahunan, inflasi Gorontalo tercatat 4,77 persen. Lagi-lagi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 3,34 persen terhadap inflasi umum.

Selain kelompok pangan, beberapa kelompok pengeluaran lain juga mencatat kenaikan harga, di antaranya:

Transportasi: 3,53 persen (andil 0,37 persen)

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 7,45 persen (andil 0,57 persen)

Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 3,33 persen (andil 0,22 persen)

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 1,69 persen (andil 0,25 persen)

Rekreasi, olahraga, dan budaya: 2,78 persen

Pendidikan: 2,05 persen

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami deflasi tahunan sebesar -2,29 persen, menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mencatat penurunan harga cukup signifikan.

Bawang Merah dan Emas Dominasi Inflasi Tahunan Dalam periode Juni 2025 hingga Juni 2026, bawang merah menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,48 persen.

Selanjutnya diikuti oleh:

Emas perhiasan: 0,47 persen

Beras: 0,41 persen

Tomat: 0,38 persen

Ikan selar/ikan tude: 0,36 persen

Di sisi lain, komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan terbesar antara lain:

Terong: -0,07 persen

Air kemasan: -0,07 persen

Sandal anak: -0,04 persen

Telur ayam ras: -0,03 persen

Parfum: -0,03 persen

Berbalik Tajam Setelah Deflasi Mei Pergerakan inflasi sepanjang 2026 menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Setelah mengalami inflasi 0,28 persen pada Januari, 0,83 persen pada Februari, 0,24 persen pada Maret, dan 0,74 persen pada April, Gorontalo justru mengalami deflasi 0,96 persen pada Mei.

Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pada Juni, inflasi langsung melonjak menjadi 2,11 persen, menandakan tekanan harga kembali meningkat, terutama dari komoditas pangan.

“Perkembangan inflasi bulan ke bulan menunjukkan adanya dinamika yang cukup tinggi. Setelah terjadi deflasi pada Mei, Juni kembali mencatat inflasi yang cukup besar, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas pangan,” tutup Agus Sudibyo.

Penulis: Lukman

Berita Terkait

Antisipasi Euforia Final Piala Dunia 2026, Ditlantas Polda Gorontalo Siagakan Personel

Juli 18, 2026
Ketua Komisi I DPRD Kotta Gorontalo, Sahlan Tapulu.

Permendiknasmen No 7 Tahun 2025, Rotasi Kepsek Berbasis Kinerja dan Aturan

Juli 18, 2026

BI Gandeng BKKBN Gelar BAHAGIA QRISFest 2026, Wagub Gorontalo Luncurkan Maskot QJI

Juli 17, 2026

Ribuan Warga Padati NasDem Tower, Doa untuk Kaka RG Mengalir Tanpa Henti

Air Mata dan Doa Mengiringi Hari Ketujuh Kaka RG, Ratusan Warga Gorontalo Utara Larut dalam Kenangan

PLN Tegaskan Tak Ikut Sengketa Aset Eks PLTD Isimu, Hanya Pemilik Lahan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version