GORONTALO UTARA, mimoza.tv – Dugaan persoalan dalam pekerjaan renovasi Gedung Badan Keuangan Kabupaten Gorontalo Utara tahun anggaran 2022 dikabarkan tengah ditelusuri Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo Utara. Informasi tersebut diperoleh mimoza.tv setelah sebelumnya muncul dugaan pemecahan pekerjaan menjadi beberapa paket dengan nilai masing-masing di bawah Rp200 juta.
Mimoza.tv telah melakukan konfirmasi kepada pihak Badan Keuangan pada 1 September 2026 untuk memastikan informasi tersebut, termasuk menanyakan apakah pejabat terkait telah dimintai keterangan oleh Kejari Gorontalo Utara. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.
Konfirmasi kembali dilakukan kepada Kepala Seksi Intelijen Kejari Gorontalo Utara, Andri Setiawan, Selasa (29/9/2026). Namun, hingga berita ini diterbitkan, Andri juga belum memberikan tanggapan mengenai informasi tersebut.
Sebelumnya, mimoza.tv memberitakan empat paket renovasi Gedung Badan Keuangan Gorut dengan total nilai kontrak Rp664.137.000. Paket tersebut terdiri atas pekerjaan plafon dan front office Rp199.667.000, pekerjaan atap kantor Rp199.778.000, rehab toilet Rp64.859.000, serta partisi ruang kantor Rp199.833.000.
Tiga paket memiliki nilai yang sangat mendekati Rp200 juta. Kondisi tersebut sebelumnya menjadi dasar munculnya dugaan pemecahan paket untuk menggunakan metode pengadaan tertentu.
Selain pemaketan, sumber anggaran pekerjaan juga menjadi pertanyaan. Informasi sebelumnya menyebut pekerjaan tersebut diduga berasal dari pergeseran anggaran Dinas Perhubungan Gorontalo Utara yang sebelumnya dialokasikan untuk program Penerangan Jalan Umum (PJU) sekitar Rp2,1 miliar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kejari Gorontalo Utara maupun Badan Keuangan Gorontalo Utara terkait informasi penelusuran tersebut.Mimoza.tv tetap membuka ruang bagi kedua pihak untuk memberikan klarifikasi.
Penulis: Lukman



