GORONTALO, mimoza.tv – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai melihat tanda-tanda membaiknya harga sejumlah komoditas pangan setelah sempat mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Untuk memastikan kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke sejumlah pasar di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim bersama jajaran TPID yang terdiri atas Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Perum Bulog Cabang Gorontalo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, serta didukung Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Sofian mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi harga berbagai komoditas strategis sekaligus melihat kecukupan pasokan di tingkat pedagang.
“Hari ini TPID Provinsi Gorontalo turun langsung ke sejumlah pasar untuk melihat perkembangan harga komoditas. Kami ingin memastikan komoditas mana yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga,” kata Sofian saat meninjau Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi pasar sebelum menentukan langkah pengendalian inflasi.
Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, ikan, daging sapi, cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, hingga sejumlah bahan pangan lain yang selama ini menjadi penyumbang inflasi.
Dari hasil pemantauan, Sofian menyebut harga sejumlah komoditas mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan satu hingga dua pekan sebelumnya.
“Alhamdulillah perkembangan harga sudah mulai membaik dibandingkan minggu lalu maupun dua minggu yang lalu. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga sehingga komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi dapat kembali stabil,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap tren tersebut berlanjut sehingga dapat menekan laju inflasi pada Juli 2026.
“Kami berharap dengan mulai turunnya harga beberapa komoditas, inflasi Gorontalo pada Juli 2026 juga ikut menurun,” tambahnya.
Selain memantau harga, TPID memastikan stok pangan di Gorontalo masih dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan, ketersediaan sejumlah komoditas utama masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga memperkuat distribusi bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebagian pasokan cabai didatangkan dari Palu untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
Sofian menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi sebelumnya dipengaruhi meningkatnya permintaan selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) di Gorontalo.
Setali tiga uang, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Ciptoning Suryo Condro mengatakan pasokan cabai diperkirakan akan bertambah karena sejumlah daerah sentra produksi mulai memasuki masa panen.
“Berdasarkan informasi, beberapa daerah sudah mulai panen. Harapannya, hasil panen itu dapat menambah pasokan cabai di pasar,” kata Ciptoning.
Ia juga menilai lonjakan harga beberapa waktu lalu diduga dipengaruhi tingginya kebutuhan pangan selama berlangsungnya kegiatan berskala nasional di Gorontalo.
“Kemarin ada dugaan kenaikan harga dipengaruhi adanya kegiatan nasional yang menyerap cukup banyak bahan makanan. Harapannya setelah kegiatan selesai dan langkah antisipatif pemerintah terus dilakukan, harga-harga mulai turun kembali,” ujarnya.
Terkait inflasi, Ciptoning menjelaskan bahwa angka 2,11 persen merupakan inflasi bulan ke bulan (month-to-month/mtm). Sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) menjadi indikator yang juga terus dipantau karena berkaitan dengan sasaran inflasi nasional.
“Yang penting sekarang bagaimana menjaga pasokan dan distribusi tetap lancar agar tekanan harga tidak kembali meningkat. Karena itu diperlukan langkah-langkah antisipatif agar inflasi tetap terkendali,” tandasnya.
Penulis: Lukman



