Gorontalo, mimoza.tv — USS Gerald R. Ford, kapal induk terbaru dan termahal milik Angkatan Laut Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan bukan karena sistem persenjataannya, tetapi karena masalah keseharian yang berdampak langsung pada kehidupan awaknya.
Kapal perang bertenaga nuklir senilai sekitar US$13 miliar ini mengalami gangguan serius pada sistem pembuangan limbahnya—masalah yang telah dilaporkan berulang kali sejak awal masa penugasannya dan kini mengiringi penempatan kapal tersebut di perairan yang strategis di timur Tengah, menjelang kemungkinan konfrontasi dengan Iran.
Kerusakan Sistem Limbah Berulang Kendala ini berkaitan dengan sistem vacuum waste management yang digunakan kapal untuk menangani limbah dari sekitar 600–650 toilet di atas kapal. Sistem yang dirancang untuk menghemat penggunaan air ini ternyata lebih rentan terhadap gangguan ketika dipakai terus-menerus oleh ribuan awak.
Menurut catatan internal yang diperoleh media internasional, sejak kapal mulai berlayar pada pertengahan 2025, setiap hari awak kapal mencatat masalah pada sistem pembuangan limbah, dengan satu periode mengalami lebih dari 200 panggilan perbaikan dalam waktu empat hari.
Masalah teknis tersebut beragam. Sering kali saluran vakum tersumbat bukan hanya oleh partikel organik, tetapi juga oleh pakaian atau benda lain yang tidak seharusnya dibuang ke toilet. Satu kesalahan fungsi pada satu unit sistem bisa menyebabkan beberapa toilet di bagian tertentu kapal tidak berfungsi sama sekali.
Dampak pada Awak Kapal Gangguan yang berkelanjutan ini tidak hanya menjadi masalah teknis, tetapi juga mengganggu rutinitas keseharian awak. Beberapa laporan internasional menyebut bahwa awak kapal terkadang harus menunggu hingga 45 menit hanya untuk mengakses fasilitas toilet yang berfungsi.
Seorang purnawirawan Angkatan Laut AS memperingatkan bahwa masa penugasan kapal yang telah diperpanjang berkali-kali—melampaui durasi penugasan normal enam bulan menjadi kemungkinan hingga sebelas bulan—telah memperberat beban fisik dan mental para pelaut.
Meskipun demikian, pejabat Angkatan Laut AS menyatakan bahwa masalah ini belum berdampak pada kemampuan operasional kapal untuk menjalankan tugasnya.
Penyebab Teknis dan Perawatan Masalah pada sistem pembuangan tersebut sudah dikenal jauh sebelum penempatan saat ini. Kajian dari Government Accountability Office setidaknya pada 2020 telah mengidentifikasi sistem pipa yang lebih kecil dari kebutuhan ideal sebagai faktor utama kegagalan sistem. Bahkan untuk membersihkan dan memulihkan sistem secara menyeluruh, diperlukan pencucian dengan larutan asam khusus, dengan biaya setiap sesi bisa mencapai sekitar US$400.000.
Sistem vacuum sendiri dipilih sebagai bagian dari teknologi modern untuk kapal induk, namun adaptasi teknologi dari kapal pesiar ini ternyata memiliki keterbatasan ketika diterapkan di kapal perang dengan intensitas penggunaan yang jauh lebih tinggi.
Konteks Ketegangan dengan Iran Isu ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. USS Gerald R. Ford dialihkan dari rencana penugasan rutin dan diposisikan di perairan Timur Tengah sebagai bagian dari respons militer AS di kawasan tersebut.
Walau fokus utama penempatan kapal adalah kesiapan strategi militer, gangguan infrastruktur dasar seperti sistem pembuangan limbah menunjukkan bahwa selain kemampuan tempur, logistik dan aspek kehidupan awak kapal juga memainkan peran penting dalam kesiapan operasi. Hal ini mencerminkan betapa masalah “kecil” sekalipun dapat memberi tekanan signifikan dalam operasi jangka panjang di laut.
Penulis: Lukman.



