Jumat, Mei 29, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Gorontalo Masuk 10 Besar Krisis Konsumsi Pangan

by Lukman
Mei 29, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv – Di tengah narasi pertumbuhan ekonomi nasional yang terus dijaga tetap positif, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru menghadirkan alarm lain dari meja makan rakyat.

Provinsi Gorontalo tercatat masuk dalam 10 besar daerah dengan tingkat ketidakcukupan konsumsi pangan tertinggi di Indonesia. Dalam data Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU), Gorontalo berada di angka 15,32 persen.

Artinya, masih cukup banyak warga yang konsumsi energi hariannya belum memenuhi kebutuhan minimum untuk hidup sehat dan produktif.

Baca juga

Ketua Komisi C DPRD Gorut Salurkan Bantuan Pribadi untuk Korban Banjir Biau

Menilik Tantangan Ketahanan Pangan: Data BPS Catat 8,53 Persen Penduduk Masih Kurang Konsumsi Pangan

Angka ini menjadi ironi tersendiri. Sebab di saat berbagai indikator makro ekonomi kerap dipaparkan tumbuh positif, sebagian masyarakat ternyata masih bergulat dengan persoalan paling dasar: kualitas konsumsi pangan.

Bukan Tidak Makan, Tapi Tidak Lagi Makan Layak

Data BPS ini tidak selalu berarti masyarakat tidak makan sama sekali. Persoalannya lebih kompleks.

Banyak keluarga kemungkinan masih bisa makan dua hingga tiga kali sehari, tetapi mulai mengurangi kualitas lauk, protein hewani, susu, hingga makanan bergizi lainnya demi menyesuaikan kondisi ekonomi rumah tangga.

Fenomena “yang penting kenyang” perlahan menjadi realitas sunyi di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan tekanan biaya hidup.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal stok beras aman atau pasar tetap buka, melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar mampu menghadirkan makanan bergizi di meja makan mereka.

Daerah Agraris, Tapi Konsumsi Pangan Masih Rendah

Yang menarik, Gorontalo bukan wilayah terisolasi ekstrem. Daerah ini memiliki potensi pertanian, perikanan, hingga perkebunan yang cukup besar.

Namun tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan justru memunculkan pertanyaan lain:
ke mana sebenarnya hasil pertumbuhan ekonomi dan potensi pangan itu mengalir?

Sebab dalam banyak kasus, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga daya beli masyarakat.

Ketika harga pangan terus bergerak naik sementara pendapatan warga tidak meningkat secara seimbang, kelompok berpenghasilan rendah menjadi pihak pertama yang terdampak.

Alarm untuk Pemerintah Daerah

Data BPS ini semestinya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah, terutama dalam memetakan wilayah rentan pangan hingga memastikan intervensi bantuan benar-benar tepat sasaran.

Sebab persoalan pangan memiliki dampak berantai:
mulai dari kualitas kesehatan masyarakat, tingginya risiko stunting, hingga kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Di balik grafik pertumbuhan ekonomi dan laporan pembangunan, ada realitas yang sering luput terlihat: sebagian warga masih harus menyesuaikan isi piring mereka agar dapur tetap menyala setiap hari.

Penulis: Lukman

Berita Terkait

Ketua Komisi C DPRD Gorut Salurkan Bantuan Pribadi untuk Korban Banjir Biau

Mei 29, 2026

Menilik Tantangan Ketahanan Pangan: Data BPS Catat 8,53 Persen Penduduk Masih Kurang Konsumsi Pangan

Mei 29, 2026

Liwet Bareng di Balik Jeruji: Cara Lapas Gorontalo Bangun Suasana “Rumah” saat Iduladha

Mei 29, 2026

Duit Pribadi atau APBN? Pernyataan Menkeu soal 1.098 Sapi Kurban Presiden Malah Bikin Publik Bingung

CEK FAKTA: Benarkah Presiden Pantai Gading Menunaikan Haji dengan Menolak Protokol Saudi?

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version