Minggu, April 19, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Mengenal Lalampa, Kue Tradisional yang Ikut Terseret dalam Kasus KONI

by Lukman
April 19, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi kue Lalampa.

Ilustrasi kue Lalampa.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv — Di tengah pengusutan dugaan korupsi dana hibah KONI Provinsi Gorontalo, ada satu nama yang tiba-tiba ikut mencuat: lalampa.

Kudapan tradisional ini bukan hal baru di meja masyarakat Gorontalo. Namun menurut informasi yang didapat, dalam perkara yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, lalampa disebut sebagai salah satu jenis konsumsi yang masuk dalam komponen anggaran kegiatan.

Dalam proses penyidikan, lalampa disebut berada di kisaran harga sekitar Rp10 ribu per biji. Ia menjadi bagian dari pos konsumsi ringan dalam program pemusatan latihan (TC) atlet yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, bersama menu lain seperti bubur “sorba”, buah-buahan, dan aneka kue.

Baca juga

Dicelup Dulu Baru Nikmat: Tradisi Sederhana yang Diam-diam Bikin Bahagia

RSAS Mulai Kateterisasi Jantung Anak, Harapan Baru Tanpa Harus ke Luar Daerah

Lantas, seperti apa sebenarnya lalampa?

Kudapan Sederhana dengan Aroma yang Khas

Lalampa merupakan makanan tradisional yang banyak dijumpai di Gorontalo dan Sulawesi Utara. Sekilas bentuknya mirip lemper—sama-sama berbahan dasar ketan dan dibungkus daun pisang.

Namun perbedaannya cukup mencolok.

Jika lemper umumnya berisi daging ayam atau sapi dan hanya dikukus, lalampa diisi ikan—biasanya tongkol atau cakalang—yang telah dimasak dengan bumbu rempah. Setelah dibungkus, lalampa tidak hanya dikukus, tetapi juga dibakar di atas bara api.

Di situlah ciri khasnya terbentuk.

Aroma daun pisang yang terbakar berpadu dengan wangi ikan berbumbu, menghadirkan cita rasa gurih yang kuat. Tekstur ketan yang lembut dengan santan membuatnya terasa legit, dengan sentuhan rasa yang bisa sedikit pedas sesuai selera.

Tak heran, lalampa kerap hadir dalam berbagai acara, mulai dari hajatan keluarga hingga jamuan resmi. Kudapan ini juga mudah ditemukan di pasar tradisional, bahkan hingga hotel berbintang.

Dari Meja Hajatan ke Berkas Penyidikan

Dalam konteks perkara KONI, lalampa tidak lagi sekadar kudapan. Ia menjadi bagian dari rangkaian data yang tengah ditelusuri penyidik.

Di satu sisi, lalampa adalah makanan sederhana yang akrab dengan keseharian masyarakat. Di sisi lain, ia muncul dalam konteks anggaran yang kini sedang didalami.

Tanpa menarik kesimpulan lebih jauh, kehadiran lalampa dalam perkara ini menunjukkan satu hal: dalam sebuah penyelidikan, detail sekecil apa pun bisa menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar.

Dari bara api hingga masuk dalam berkas penyidikan, perjalanan lalampa kali ini memang terasa berbeda.

Penulis: Lukman

Berita Terkait

Dicelup Dulu Baru Nikmat: Tradisi Sederhana yang Diam-diam Bikin Bahagia

April 19, 2026
Petugas medis memantau jalannya prosedur kateterisasi jantung anak melalui layar monitor di ruang cath lab RSUD dr Aloei Saboe, Sabtu (18/4/2026). Tindakan minimal invasif ini menjadi yang pertama dilakukan di Gorontalo untuk menangani kelainan jantung bawaan pada anak. Foto Lukman¬ mimoza.tv

RSAS Mulai Kateterisasi Jantung Anak, Harapan Baru Tanpa Harus ke Luar Daerah

April 18, 2026

Dua Anak Terseret Arus Sungai Bone, Satu Ditemukan Tak Bernyawa

April 18, 2026

Sekretariat DPRD Prov.Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Media, Rifli Katili Tekankan Peran Pilar Demokrasi

Zakat ASN: Dari Kewajiban Ibadah ke Instrumen Tekanan Birokrasi

Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo Gelar Apel Ikrar, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba dan HP Ilegal

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version