Gorontalo, mimoza.tv — Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih terus diperkuat oleh Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo melalui apel ikrar yang digelar pada Jumat, 17 April 2026.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh jajaran menyatakan tekad bersama untuk menutup rapat celah peredaran narkoba serta penggunaan handphone ilegal di dalam lapas. Apel ini tidak sekadar seremonial, melainkan penegasan arah kebijakan internal yang menempatkan integritas sebagai fondasi utama.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Elang Kartini, menegaskan bahwa ikrar ini menjadi pengingat sekaligus pengikat komitmen seluruh petugas dalam menjalankan tugas.
Dalam praktiknya, pengawasan dilakukan secara berlapis. Setiap orang yang masuk ke area lapas tanpa terkecuali wajib menjalani pemeriksaan ketat, baik terhadap barang bawaan maupun badan sebagai bagian dari deteksi dini.
Pengawasan juga dilakukan hingga ke dalam blok hunian melalui inspeksi mendadak yang digelar secara rutin dengan melibatkan aparat kepolisian dan TNI. Keterlibatan lintas institusi ini menjadi bentuk transparansi sekaligus memastikan tidak ada praktik yang ditutup-tutupi.
Selain itu, langkah preventif lain dilakukan melalui tes urine secara acak, baik kepada petugas maupun warga binaan, guna mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Sejauh ini, pihak lapas mengklaim belum menemukan adanya peredaran narkoba maupun penggunaan handphone ilegal selama masa kepemimpinan saat ini.
“Ikrar ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen bersama untuk memastikan lingkungan lapas benar-benar bersih dari narkoba dan handphone ilegal. Kami juga terus memperkuat pengawasan serta integritas seluruh petugas,” ujar Elang Kartini.
Ia menambahkan, konsep “bebas handphone” juga mencakup larangan tegas bagi petugas untuk terlibat dalam praktik penyelundupan atau memfasilitasi alat komunikasi ilegal.
Sebagai solusi, pihak lapas menyediakan layanan Wartel Suspas yang memungkinkan warga binaan tetap berkomunikasi dengan keluarga secara aman dan terkontrol. Layanan ini beroperasi pada pagi hingga siang hari, serta kembali dibuka pada sore hari.
Dengan kombinasi pengawasan ketat, keterbukaan, serta penyediaan fasilitas komunikasi resmi, Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan dan pemenuhan hak dasar warga binaan.
penulis : m. ahmad



