GORONTALO, mimoza.tv – Menjelang operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, persiapan di Provinsi Gorontalo tidak lagi sebatas seremoni administratif. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo mulai mengakselerasi kesiapan teknis melalui simulasi layanan hingga penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk bersama otoritas Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo.
Langkah ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan operasi pelayanan besar yang menuntut presisi, kedisiplinan, dan pengawasan ketat.
Pada Selasa (28/04/2026), PPIH Gorontalo menggelar simulasi menyeluruh alur pelayanan jemaah di Gedung El-Hajj, Asrama Haji Gorontalo. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menguji kesiapan lapangan, mulai dari proses kedatangan jemaah, pemeriksaan dokumen, layanan kesehatan, hingga skenario keberangkatan menuju embarkasi.
Sebanyak 30 relawan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Multazam diterjunkan untuk mendukung simulasi tersebut. Kehadiran mereka menjadi elemen strategis dalam memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai prosedur.
Simulasi ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari upaya menutup potensi celah pelayanan yang kerap menjadi sorotan dalam pelaksanaan haji, seperti antrean panjang, distribusi logistik, hingga koordinasi antarpetugas.
Tak berhenti di level asrama, kesiapan juga diperluas hingga sektor transportasi udara. Pada Jumat (01/05/2026), Kepala Kanwil Kemenhaj Gorontalo, Dr. H. Mansur Basir, M.H., menerima kunjungan dan melakukan koordinasi strategis bersama pihak Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo di Gedung EL-HAJJ.
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada kesiapan teknis operasional bagi jemaah yang tergabung dalam Kloter 28 dan 30 sebagai bagian dari Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo.
Beberapa aspek vital yang menjadi perhatian di antaranya:
Penempatan alat X-Ray untuk pemeriksaan barang bawaan secara efektif
Penetapan area steril di asrama guna menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah
Pengaturan logistik dan parkir bus pengangkut jemaah menuju apron bandara
Sinkronisasi jadwal agar perpindahan jemaah berlangsung tertib dan minim hambatan
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pemerintah daerah dan penyelenggara haji tengah berupaya serius menghindari potensi gangguan teknis yang bisa berdampak langsung pada kenyamanan maupun keselamatan calon tamu Allah.
Dalam konteks pelayanan publik, kesiapan semacam ini menjadi indikator penting bahwa kualitas penyelenggaraan haji Gorontalo sedang diarahkan menuju standar yang lebih profesional.
Sebab pada akhirnya, suksesnya pemberangkatan haji tidak hanya diukur dari berangkatnya jemaah ke tanah suci, tetapi juga dari seberapa rapi, aman, dan manusiawi proses yang mereka jalani sejak dari daerah asal.
Dengan simulasi intensif dan sinergi kelembagaan yang diperkuat, Gorontalo tampaknya tidak ingin sekadar memberangkatkan jemaah, tetapi juga memastikan pelayanan haji berjalan dengan lebih tertib, modern, dan minim persoalan.
Penulis: Lukman.
Sumber: Instagram Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo.



