GORONTALO, mimoza.tv – Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian Provinsi Gorontalo pada triwulan pertama tahun 2026. Di tengah pertumbuhan sejumlah sektor baru, struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada aktivitas pertanian rakyat, perkebunan, hingga perikanan.
Data Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo menunjukkan sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi Gorontalo, yakni mencapai 36,46 persen.
Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan sebesar 15,02 persen, disusul sektor Konstruksi 10,46 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,13 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, mengatakan sebagian besar lapangan usaha pada triwulan I-2026 mengalami pertumbuhan positif.
“Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yaitu pertanian, perdagangan, dan konstruksi, menunjukkan tren pertumbuhan positif,” kata Wathekhi dalam rilis BPS Provinsi Gorontalo.
Meski kontribusi sektor pertambangan terhadap total ekonomi daerah masih relatif kecil, pertumbuhannya tercatat paling tinggi dibanding sektor lainnya.
Data BPS mencatat sektor Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 31,34 persen secara year-on-year (y-on-y). Sementara sektor Industri Pengolahan tumbuh 29,34 persen dan Transportasi serta Pergudangan tumbuh 14,25 persen.
Selain itu, sektor Perdagangan tumbuh sebesar 9,61 persen, Real Estate 10,54 persen, serta Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 13,49 persen.
Namun tidak semua sektor mengalami pertumbuhan positif. Jasa Pendidikan tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,54 persen, sedangkan Jasa Perusahaan minus 0,09 persen.
Berikut daftar struktur PDRB Gorontalo menurut lapangan usaha pada triwulan I-2026:
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 36,46 persen
Perdagangan: 15,02 persen
Konstruksi: 10,46 persen
Transportasi dan Pergudangan: 6,13 persen
Industri Pengolahan: 5,54 persen
Administrasi Pemerintahan: 5,37 persen
Jasa Keuangan: 3,97 persen
Jasa Pendidikan: 3,82 persen
Jasa Kesehatan: 3,68 persen
Informasi dan Komunikasi: 2,52 persen
Akomodasi dan Makan Minum: 2,27 persen
Pertambangan dan Penggalian: 1,84 persen
Real Estate: 1,57 persen
Jasa Lainnya: 1,18 persen
Jasa Perusahaan: 0,07 persen
Pengadaan Air: 0,05 persen
Pengadaan Listrik dan Gas: 0,05 persen
Data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Gorontalo masih sangat dipengaruhi sektor primer. Namun di sisi lain, mulai muncul pergerakan sektor-sektor produktif seperti industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan yang tumbuh cukup agresif pada awal tahun 2026.
Penulis: Lukman



