GORONTALO, mimoza.tv – Kemacetan hampir setiap hari terjadi di ruas Jalan Tinaloga, tepatnya di sekitar kompleks Kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Kondisi itu diduga dipicu antrean kendaraan roda empat yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU Tinaloga.
Antrean kendaraan, yang didominasi truk, kerap memanjang hingga memakan badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah harus saling bergantian melintas karena ruas jalan yang sempit. Bahkan antrean panjang itu bisa mengular sampai di Jalan Toto Tengah, atau ke arah Kantor Balai Bahasa.
Adrian Hassan, warga Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menyebut antrean kendaraan bahkan sampai menutupi akses menuju warung miliknya.
“Sudah sangat mengganggu aktivitas. Warung tempat kami jualan jadi tertutup kendaraan yang antre. Biasanya baru tidak macet kalau solar di SPBU habis,” ujar Adrian, Selasa (12/5/2026).
Ia berharap pihak pengelola SPBU dapat mencari solusi agar antrean kendaraan tidak terus mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas warga sekitar.
“Kami minta ada pengaturan yang lebih baik supaya antrean tidak sampai mengular di badan jalan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Susanti, seorang karyawan swasta yang tinggal di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila. Menurutnya, kondisi Jalan Tinaloga yang tidak terlalu lebar membuat kemacetan sulit dihindari ketika truk-truk parkir mengantre di tepi jalan.
“Kalau pinggir jalan dipakai tempat antre truk, otomatis kendaraan dari dua arah harus bergantian lewat. Itu yang bikin macet hampir setiap hari,” ujar Susanti.
Ia menilai, pengelola SPBU seharusnya memiliki langkah antisipasi agar antrean kendaraan tidak berdampak pada pengguna jalan lainnya. Apalagi, di sepanjang kawasan tersebut terdapat sejumlah kantor pemerintahan dan pusat aktivitas masyarakat.
“Jangan hanya fokus mencari keuntungan, tapi juga harus peduli dengan dampaknya bagi masyarakat dan pengguna jalan lain,” pungkasnya.
Penulis: Lukman



