GORONTALO, mimoza.tv – Jumlah angkatan kerja di Provinsi Gorontalo pada Februari 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja tercatat mencapai 670.242 orang atau naik 35.255 orang dibanding Februari 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, mengatakan kenaikan tersebut turut mendorong Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 70,33 persen.
“TPAK Gorontalo pada Februari 2026 naik sebesar 2,81 persen poin dibanding Februari tahun sebelumnya,” kata Wathekhi dalam rilis resmi BPS Provinsi Gorontalo.
Ia menjelaskan, jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 649.006 orang atau bertambah 33.836 orang dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Gorontalo.
“Lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling tinggi masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 32,75 persen,” ujarnya.
Data tersebut menunjukkan struktur ekonomi Gorontalo masih sangat bergantung pada sektor primer, terutama aktivitas pertanian rakyat, perkebunan, dan perikanan.
Meski demikian, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, penduduk yang bekerja pada kegiatan formal tercatat sebanyak 256.776 orang atau sebesar 39,56 persen dari total pekerja.
“Persentase pekerja formal mengalami kenaikan sebesar 2,51 persen poin dibanding Februari 2025,” kata Wathekhi.
Sementara itu, tingkat setengah pengangguran tercatat sebesar 7,85 persen atau turun 1,52 persen poin dibanding tahun sebelumnya.
Namun di sisi lain, tingkat pekerja paruh waktu justru mengalami kenaikan cukup tinggi menjadi 29,82 persen atau naik 8,89 persen poin dibanding Februari 2025.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas kerja masyarakat, meski sebagian pekerjaan yang tersedia masih bersifat paruh waktu atau belum sepenuhnya stabil.
Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), BPS mencatat angka sebesar 3,17 persen. Angka ini naik tipis sebesar 0,05 persen poin dibanding Februari 2025.
Secara umum, data Sakernas Februari 2026 menunjukkan pasar kerja di Gorontalo masih bergerak positif dengan peningkatan jumlah penduduk bekerja dan partisipasi angkatan kerja.
Namun tantangan ke depan tetap berada pada peningkatan kualitas lapangan pekerjaan, terutama perluasan sektor formal dan penciptaan pekerjaan yang lebih stabil serta produktif di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis: Lukman



